Oleh: Firdaus Putra Aditama Ideologi, sebuah term yang acap kali sulit untuk diungkapkan. Namun mudah untuk dikenali dan diidentifikasi. Tidak jarang kita mengatakan, Si A berideologi sosialis, Si B berideologi liberal dan seterusnya. Dan seringkali pembicaraan ideologi mengantarkan kita pada pembicaraan politik. Atau minimalnya sebuah diskusi tentang harapan ideal suatu masyarakat atau zaman. Memang benar, ideologi tidak jauh dari hal-hal tersebut. Dan juga benar, bahwa satu sisi kita memandang ideologi—apapun itu—secara optimis. Dan pada sisi lain secara pesimis atau peyoratif. Perdebatan ideologi sendiri dari awal mulanya memang sudah penuh dengan noktah hitam, putih pun yang buram. Bagi sebagian ahli memandang ideologi secara pesimis. Seperti yang dilakukan oleh Romo Haryatmoko, bahwa ideologi seringkali bersifat doktriner, lamban, tidak kritis, disimulasi, dan cenderung distortif. Sedangkan sebagian praktisi, memandang ideologi secara positif. Lebih jauh, mereka membutuhkan...