Oleh: Firdaus Putra, HC. Jangkar Historis Cikal bakal koperasi di Indonesia bermula dari Purwokerto, Banyumas. Tepatnya dulu pada 1896 di masa Hindia Belanda. Kisah itu bermula dari Raden Aria Wiriaatmadja yang menginisiasi Bank Priyayi bermodalkan kas masjid. Tujuannya untuk melepaskan kalangan priyayi dari jerat rentenir. Bank Priyayi itu didukung penuh oleh Asisten Residen Belanda, E. Sieburgh. Selisih tahun berikutnya, de Wolf van Westerrode menggantikan Sieburgh. Sepulang dari Jerman, de Wolf bersemangat kembangkan model koperasi pertanian ala Reiffeissen. Lalu sejarah mencatat, Bank Priyayi Wiriaatmadja itu direorganisasi oleh de Wolf menjadi Bank Petani mengadaptasi model Reiffeissen. de Wolf saat itu memperoleh mandat langsung dari Menteri Kolonial Cramer: memerangi lintah darat yang menyengsarakan masyarakat (Furnivall, 2009). Kronik sejarah itu menggambarkan tiga hal: Pertama, sedari dulu rentenir atau lintah darat selalu menjadi musuh pemerintah dan masyarak...