Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 17, 2010

Mediokrat-mediokrat Baru

Membedakan Istilah Pegiat dan Aktivis Kampus Oleh: Firdaus Putra A. Setiap zaman melahirkan anak zamannya masing-masing. Setiap kampus, melahirkan aktivisnya masing-masing. Seleksi alam dengan berbagai lika-likunya, melahirkan aktivis yang tahan banting-tahan uji. Dalam konteks kampus, tempaan serta ujian itu terlihat bagaimana seorang aktivis beradaptasi, bertahan dan berproses dalam kegiatan kampus: bakat-minat, respon terhadap kebijakan universitas dan juga respon terhadap kebijakan negara. Dua belas semester saya hidup menjadi mahasiswa. Berada di tengah-tengah bersama para pegiat dan aktivis lainnya. Mengawali coretan ini, saya akan membedakan dua term yang menurut saya berbeda meski bisa digunakan secara tumpang tindih: pegiat kampus dan aktivis kampus. Pegiat kampus merupakan mahasiswa yang menyemarakkan kehidupan kampus dengan berbagai kegiatan, baik di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Menurut saya, nalar yang ada di pegiat kampus ada...

Esai yang Memikat seperti Lemon Tea

Oleh: Firdaus Putra A. “Hidup yang tak diperiksa, adalah hidup yang tak pantas didiami”. (Socrates) Mungkin benar apa kata Socrates di atas, “Hidup yang tak diperiksa-dipikirkan, adalah sebuah kehidupan yang tak pantas didiami”. Inilah tradisi yang dikembangkan kaum shopis Yunani dulu. Bagaimana realitas yang sempat mampir perlu, bahkan harus, diperiksa-dipikirkan agar tak sekedar lewat tanpa bekas. Apapun itu! Memeriksa-memikirkan kehidupan sejatinya adalah bagaimana mendayagunakan akal-budi manusia untuk memahami realitas/ peristiwa. Sedangkan seorang penulis bak “Sembari belanja, menyegarkan mata di mall”. Sembari berpikir, ia menuliskan buah pikirannya itu. Dua aktivitas terlampaui dalam sebuah aktivitas yang padat energi dan makna. Sepintas tentang Menulis Pada mulanya menulis esai itu adalah rasa gelisah. Gelisah terhadap apa yang dicerap si penulis. Entah realitas faktual atau imajiner. Realitas itu kemudian ditanya atau dipertanyakan, “Kok begitu se?”. Sederhananya, p...