Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 18, 2009

Vector Art

Oleh: Firdaus Putra A. Saya senang menikmati karya-karya vector art. Permainan garisnya sungguh luar biasa. Selain itu, warna-warna yang digunakan cenderung hidup dan dinamis. Saya menemukan kesan ia begitu lincah dan lentur. Selain itu, beberapa tema vector art berangkat dari ikon-ikon alamiah. Bunga, daun, wajah, kota, dan pernak-pernik yang sering kita jumpai sehari-hari. Di beberapa kampus, saya juga sering melihat gaya vector dipinjam mahasiswa untuk mengkreasi berbagai papan pengumuman, pamflet, spanduk dan semacamnya. Mungkin kedinamisan dari permainan garis, warna, bidang, dan sebagainya mempunyai daya tarik tersendiri bagi mata publik. Bisa jadi vector art merupakan perpaduan antara yang alamiah (bidang dan ikon) dengan kecenderungan modern-futuristik-abstrak. Kalau demikian, menurut saya vector art masuk dalam genre posmodern art. Perpaduan antara yang lama (alami-tradisional) dengan yang baru (modern). Ada pengemasan yang berbeda pada ikon daun, bunga, pohon, dan s...

Su’ Community

Oleh: Firdaus Putra A. Su’ sebenarnya tuturan ini sangat tak sopan nilainya. Su’ diambil dari kata “Asu” untuk menyebut anjing dalam bahasa Jawa. Namun, konteks pertemanan, penggunaan Su’ justru menandakan bahwa mereka sudah sangat akrab. Jika tidak, maka penggunaan Su’ merupakan ekspresi kemarahan dalam rangka makian. Malam ini (18 Januari 2009) Andri teman dari Dumai, Riau, bertanya tentang berbagai istilah Jawa. Oleh beberapa teman asli Banyumas, ia diberi satu katalog kata, Su’. Si teman mengatakan bahwa Su’ mempunyai kesamaan makna dengan Bro dalam bahasa gaul. Jadi, ketika menyapa, “Su’ mau kemana?” sama artinya dengan “Bro mau kemana”, teman itu mencontohkan. Di antara kami, mungkin hanya Andri dan Rangga lah yang dari luar Jawa. Dengan senangnya ia menerima katalog kata baru itu. Ya, seperti seorang anak kecil yang nampak pertama kali belajar berbicara. Dan dengan riangnya, kami semua tertawa. Ya, menertawakan Andri yang “tertipu” ulah kami semua. Kami, tepatnya enam s...