Oleh: Firdaus Putra Kuhisap sebatang rokok kuat-kuat. Hisapan demi hisapan sembari menunggu kabar. Waktu nampaknya berjalan demikian lambat. Tentang destinasi perjumpaan. Di sebuah lipatan ruang-waktu, Kemang Pratama, 8 Desember 2010. Ingin kuyakini dan terus meyakini, kamu akan datang. Bertemu denganku, walau hanya sekejap. Berjabat tangan dengan hormat. Menatap mata dengan lekat. Dan memeluk dengan erat. “Hi, akhirnya kita bertemu”, seruku dan kamu bersamaan. Ingin kuharap dan terus berharap, kamu lekas sehat. Menyongsong kisah tentang hari esok. Tentang hidup yang saling melintasi. Melintasimu dan kamu melintasiku. Tentang lintasan yang tak pasti dimana ujungnya. Tapi, let it flow. Biarkan saja itu mengalir. Jika benar, alam raya akan memberi jalan. Tanpa kita duga, tanpa kita sangka. Ya, seperti keacakan alam yang mempertemukan kita di episode kehidupan. Tapi, jangan-jangan alam tidak mengacak. Alam sedang menjawab keinginanku-keinginanmu. Alam mempertemukan kita dalam kemi...