Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 5, 2010

Menunggu Waktu

Oleh: Firdaus Putra Kuhisap sebatang rokok kuat-kuat. Hisapan demi hisapan sembari menunggu kabar. Waktu nampaknya berjalan demikian lambat. Tentang destinasi perjumpaan. Di sebuah lipatan ruang-waktu, Kemang Pratama, 8 Desember 2010. Ingin kuyakini dan terus meyakini, kamu akan datang. Bertemu denganku, walau hanya sekejap. Berjabat tangan dengan hormat. Menatap mata dengan lekat. Dan memeluk dengan erat. “Hi, akhirnya kita bertemu”, seruku dan kamu bersamaan. Ingin kuharap dan terus berharap, kamu lekas sehat. Menyongsong kisah tentang hari esok. Tentang hidup yang saling melintasi. Melintasimu dan kamu melintasiku. Tentang lintasan yang tak pasti dimana ujungnya. Tapi, let it flow. Biarkan saja itu mengalir. Jika benar, alam raya akan memberi jalan. Tanpa kita duga, tanpa kita sangka. Ya, seperti keacakan alam yang mempertemukan kita di episode kehidupan. Tapi, jangan-jangan alam tidak mengacak. Alam sedang menjawab keinginanku-keinginanmu. Alam mempertemukan kita dalam kemi...

Tentang Keputusan

Oleh: Firdaus Putra “Yang lalu biarlah berlalu. Tengoklah hari esok. Hari esok masih panjang”, begitu katanya. Ia masih muda. Selisih satu tahun denganku. Namun soal pengalaman, saya rasa dia sudah makan asam garam kehidupan. Dan saat ia memberi nasehat seperti itu, saya pikir dia pernah mengalaminya. Dimana keadaan menuntut untuk membuat keputusan, yang bisa jadi tidak enak. Karenanya saya ingin meyakini perkataan itu. Membuat keputusan seringkali menyangkut masalah tertentu. Ya, kita sebut masalah yang lebih sering berkonotasi negatif (complicated) atau dengan eskalasi konflik yang tinggi. Padahal setiap hari kita senantiasa membuat keputusan. Misalnya, saat di meja makan, apa yang ingin kita makan-minum? Adakah kita memilih nasi goreng atau bakmi. Memilih minum teh atau jus dan sebagainya. Atau saat kita akan pergi, baju apakah yang ingin kita kenakan? Warna hitam, biru, hijau atau lainnya. Baju dengan motif apa? Sepatu atau sandal? Asesoris apa? Dan seterus dan seterusnya. Da...

Tentang Kekuatan Pikiran-Imajinasi

Oleh: Firdaus Putra Pikiran kita seperti magnet. Saat berpikir otak kita memancarkan frekuensi tertentu. Ia memancar ke semesta alam. Bagaikan magnet, ia menarik hal itu mendekat ke kita. Dan akhirnya mewujud di hadapan kita. Kurang-lebih begitulah apa yang tertulis dalam “The Secret”. Tentang kekuatan pikiran atau imajinasi manusia. Pernah saya baca novel dengan spirit yang sama. Paulo Coelho menulis dengan indah dalam “The Alchemist” dimana alam akan merespon atau membantu mewujudkan keinginan seseorang. Bedanya, dalam “The Secret” proses itu dijelaskan rinci dengan kesaksian para ahli. Termasuk dari pakar fisika kuantum yang mengatakan hal itu adalah benar. Pada dasarnya adalah hukum tarik-menarik. Setiap apa yang kita pikirkan (baik atau buruk) akan menarik kemiripan-kemiripan yang ada di alam mendekat ke kita. Semakin fokus atau bersungguh-sungguh memikirkannya, maka semakin besar peluang hal itu terwujud. Namun kata seorang dalam “The Secret”, kenapa jika rahasia itu sederh...