Beberapa waktu ini saya punya kasus menarik yang membuat, tiba-tiba, saya refleksikan ihwal syahadat. Syahadat itu, dalam tradisi Islam, adalah pernyataan pengakuan bahwa Allah menjadi sesembahan kita. Kemudian saya menjadi teringat mengapa syahadat itu menjadi rukun iman yang pertama, bukannya salat atau puasa dan seterusnya. Beberapa referensi saya baca ada yang mengatakan bahwa bila kita salat, puasa dan seterusnya, namun tidak syahadat, hal itu tak akan dihitung sebagai amal ibadah. Lalu saya merenung sebegitu pentingnya kah syahadat atau pernyataan pengakuan itu dilakukan. Sampai kemudian saya dapati kasus mirip dalam konteks berbeda ihwal pernyataan pengakuan ini. Kasus ini sangat manusiawi dan tak berhubungan dengan ketuhanan, namun memiliki dimensi yang mirip. Begini kisahnya. *** Di zaman media sosial ini, jejak digital bisa mengisahkan banyak hal. Bahkan beberapa perusahaan menggunakan jejak digital di media sosial dalam proses validasi rekrutmen SDM. Jejak digi...