Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 13, 2008

Menyoal Posmodernisme

Usaha Klasifikasi Respon terhadap Posmo Oleh: Firdaus Putra A. Tulisan ini kembali muncul ke permukaan dari diskusi saya dengan Gery Sulaksono, teman satu jurusan. Berbeda dengan Gery, ketertarikan saya terhadap posmodern tidak seluarbiasa ketertarikannya. Menurut saya, ia lebih menghayati posmo daripada saya. Sedangkan saya, jika boleh membatasi diri, hanya sampai pada menggunakan kearifan-kearifan yang ditawarkan oleh posmo dan juga modern. Lontaran pertama yang saya ajukan adalah kondisi posmodernitas merupakan “musibah” bagi masyarakat kontemporer. Sedangkan pemikiran posmodernisme merupakan “berkah” sebagai formula untuk mengarungi “zaman edan” itu. Mengapa demikian? Eksplorasi saya sampai pada simpulan sementara bahwa posmodernitas membuat keteraturan (order) di masyarakat menjadi tidak stabil. Makna menjadi sedemikian cair, bahkan arbriter. Secara peyoratif bisa kita sebut makna menjadi simpang-siur. Tidak ada sesuatu yang pasti. Sedangkan dengan posmodernisme, kita me...

Soda & Rokok

Oleh: Firdaus Putra A. Dari kemarin dadaku terasa pegak. Sakit lantaran asap rokok. Parahnya, aku memang orang yang malas olah raga. Tidur larut malam. Bangun kesiangan. Atau tepatnya, bangun siang hari. Berapa tahun terakhir aku jarang melihat matahari pagi. Sesekali melihat, itu artinya aku begadang sampai pagi. Benar-benar gaya hidup yang tak sehat. Tak perlulah ke dokter untuk bertanya. Aku yakin ia menyarankan hal yang sama. Seperti yang kupikirkan. Tidur maksimal jam 12 malam. Bangun pagi. Olah raga sekenanya dan seterusnya. Malam ini badanku mulai terasa tak enak. Selain dada pegak atau sesak, jalan pun rada sempoyongan. Tambah, perut terasa penuh dan tak nyaman. Pokoknya komplit untuk mengatakan aku tidak sehat. Sendirian ku kendarai motor mencari warung bubur kacang ijo. Udara malam terasa dingin. Lembab dan penuh embun air. Sampailah di satu warung di Jalan Kampus. Cukup ramai, lima laki-laki seusiaku tengah ngobrol. Aku duduk, lantas memesan segelas soda susu. Tid...

Otak Overload

Oleh: Firdaus Putra A. Pagi ini aku terbangun di rumah, Pekalongan. Tidak ada yang banyak berubah. Berikut juga keluhanku ketika di rumah. Nyamuk menemaniku dengan kegaduhan yang menyakitkan. Sampai-sampai, aku lupa antara tidur dan terjaga. Mungkin memang sudah kaprahnya daerah panas. Nyamuk bersarang di mana-mana. Pagi itu jalanan mulai ramai. Karyawan kantor, mengantor. Anak sekolah, bersekolah. Semua aktivitas terjadi di jalan dan waktu yang sama. Bising. Beberapa kali juga aku sempat kaget, ketika motor-motor besar lewat depan rumah. Atau ketika truk pengangkut material bangunan lewat. Mengangguku. Entah karena sudah terbiasa dengan sepi, aku tak nyaman berada di rumah. Tidak ada jeda untuk merehatkan otak. Energi otakku cukup boros. Menerima rangsangan suara. Mendefinisikannya, dan membuatnya nampak terdengar. Belum lagi ketika karyawan, atau penjahit mulai berdatangan di rumah. Suara mesin menyalak-nyalak. Tak cukup, suara radio senantiasa mengiringi sampai mereka laut di...

Blog & Masyarakat

Oleh: Firdaus Putra A. Sekurang-kurangnya saya melihat tren blogging di Purwokerto mulai marak dua atau tiga tahun terakhir. Dulu, tahun 2003, ketika saya menginjakan kaki pertama di Purwokerto, pemanfaatan belum semarak sekarang. Sedangkan hari ini, blog sedemikian ramai, ditambah dengan banyaknya pelatihan atau workshop pembuatan blog, juga lomba blog. Ini menandakan adanya kecenderungan baru masyarakat kontemporer, khususnya mahasiswa sebagai salah satu bagian yang secara intensif memanfaatkan jaringan internet. Sebenarnya kecenderungan semacam ini sudah jauh hari diramalkan oleh para ahli IT ( Information Technology ). Dan kemudian berujung pada premis bahwa masyarakat paska-industri akan berubah menuju pada lahirnya masyarakat informasi. Salah satu ciri mendasar dari masyarakat informasi ini adalah besarnya pemanfaatan informasi sebagai salah satu modal sosial, ekonomi, pun politik. Lebih jauh, bisa dikatakan, informasi berubah menjadi salah satu komoditi yang kemudian diper...