Usaha Klasifikasi Respon terhadap Posmo Oleh: Firdaus Putra A. Tulisan ini kembali muncul ke permukaan dari diskusi saya dengan Gery Sulaksono, teman satu jurusan. Berbeda dengan Gery, ketertarikan saya terhadap posmodern tidak seluarbiasa ketertarikannya. Menurut saya, ia lebih menghayati posmo daripada saya. Sedangkan saya, jika boleh membatasi diri, hanya sampai pada menggunakan kearifan-kearifan yang ditawarkan oleh posmo dan juga modern. Lontaran pertama yang saya ajukan adalah kondisi posmodernitas merupakan “musibah” bagi masyarakat kontemporer. Sedangkan pemikiran posmodernisme merupakan “berkah” sebagai formula untuk mengarungi “zaman edan” itu. Mengapa demikian? Eksplorasi saya sampai pada simpulan sementara bahwa posmodernitas membuat keteraturan (order) di masyarakat menjadi tidak stabil. Makna menjadi sedemikian cair, bahkan arbriter. Secara peyoratif bisa kita sebut makna menjadi simpang-siur. Tidak ada sesuatu yang pasti. Sedangkan dengan posmodernisme, kita me...