Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 24, 2009

Romansa Cyber

Oleh: Firdaus Putra A. Kembali lagi saya posting soal buku. Berbeda dengan dua buku yang lalu, buku ini relatif lebih tipis dan renyah. Judul panjangnya “Romansa Cyber, Lika-liku Hubungan Romantis di Internet”. Buku yang ditulis oleh Yayan Sopyan ini saya kira berangkat dari observasi langsung. Isinya secara umum seperti judulnya, lika-liku romansa atau kisah cinta di internet. Penulis mengawali dengan sebuah dialog (dengan pembacanya), “Namaku Sadasa Bara. Panggil aku dasabara”. Gaya penulisannya laiknya sebuah novel yang mengalir, mungkin seperti Dunia Shopie, namun lebih renyah buku ini. Secara bulat buku ini dibagi menjadi 18 bagian. Setiap bagian penulis eksplor secara runtut-tuntas-bernas. Menariknya, pada setiap ulasan penulis langsung memberikan contoh atau ilustrasi situasi yang mungkin terjadi. Hingga pantas saja kalau kita klaim buku ini sebagai guid saat beromansa di dunia lain, dunia maya. Pada bagian awal ia menulis soal “Dunia yang Lain, Dunia yang (Agak) Berbeda”....

Hidup Tanpa Ijazah

Oleh: Firdaus Putra A. Buku ini tebal, sangat tebal. Pada halaman akhir 1329-1330 Ajip Rosidi, penulis buku ini, menjelaskan kalau harga normal otobirografinya mencapai Rp. 300.000. “Karena harga itu terlalu mahal buat kebanyakan pembeli”, katanya, “maka kami mengikuti saran Saudara Parakitri T. Simbolon agar mengusakan subsidi silang dengan menawarkan kepada sejumlah orang yang bersedia membeli edisi khusus dengan harga khusus (yang lebih mahal) sehingga cetakan pertama buku ini dapat dijual dengan harga Rp. 95.000 per eksemplar”. Sebenarnya saya tak berpikir untuk membeli buku tebal ini. Awalnya tujuan saya ingin mengambil “Bentara” yang merupakan kumpulan esai-esai kolumnis-esais nasional pada harian Kompas. Sesampai di Jogja Agency Purwokerto (JAP), salah satu toko buku di lingkungan kampus UNSOED, saya justru tertarik dengan judul “Hidup Tanpa Ijazah”. Beberapa menit saya menimbang-nimbang di antara tangan kanan-kiri, di antara “Bentara” atau “Hidup Tanpa Ijazah”. Sayangnya,...