Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 30, 2018

Membangun Ekosistem Inovasi pada Koperasi

Oleh: Firdaus Putra, HC. Meski belum ada data yang cukup, secara kasat mata kita bisa lihat inovasi di koperasi itu rendah. Sebutlah beberapa hal mulai dari pola pelayanan, teknologi yang digunakan, jenis layanan atau produk, branding dan berbagai detail lainnya. Sayangnya, hal itu sudah berjalan menahun, bahkan puluhan tahun lalu. Hasilnya, jumlah koperasi berikut anggotanya banyak, mencapai 26 juta orang, namun kontribusinya rendah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni di angka 4,48% (Kementerian Koperasi, 2018). Di sisi lain secara kualitatif bisa kita lihat model lembaga dan bisnis koperasi yang melulu itu-itu saja. Sampai-sampai seolah tak ada imajinasi lain, ketika komunitas ingin bikin koperasi, itu sama dengan membuat koperasi simpan pinjam. Nyatanya model itulah yang massif di tengah masyarakat. Ironisnya, kejumudan inovasi itu tak hanya terjadi di koperasi masyarakat, namun juga di kalangan koperasi pemuda atau mahasiswa. Seolah tak ada model bisnis lain kecua...

Plagiasi, Saya Harus Melawan!

Saya menulis kisah ini untuk membangun keyakinan pada diri sendiri, bahwa mengusut plagiasi tulisan itu pantas dilakukan. Sebulan sekali saya menulis kolom untuk salah satu media nasional di Indonesia. Pada tanggal itu, selisih beberapa jam, saya mendapati content tulisan saya diakui oleh orang lain sebagai pendapatnya dalam format wawancara. Dan tidak tanggung-tanggung, kutipan content tulisan saya itu muncul dalam bentuk wawancara di 12 media online. Lagi, yang melakukan adalah ketua umum dari sebuah lembaga kaliber nasional. Saya membagi kegelisahan itu ke beberapa kolega dan mereka mendukung agar saya melakukan somasi. Lalu lewat salah seorang teman, Dr. Yossy Hizkia Polimpung, saya dihubungkan dengan salah satu advokat kantor lembaga bantuan hukum di Indonesia. Saya berkirim surat resmi untuk meminta bantuannya dan yang bersangkutan menyanggupi dan menyempurnakan draf somasi yang saya buat.   Lewat advokat itu saya menjadi paham bahwa prosesnya bisa jadi tidak sede...