Oleh: Firdaus Putra A. Entah perasaan apa itu, tiba-tiba mataku berlinangan air ketika membaca paragraf demi paragraf temuan M. Guntur Romli di Padang, Sumatera Barat (www.guntur.name). Ada rasa sesak, dongkol, dan muak. Meski aku memang Muslim, tapi aku tidak tega ketika seorang ibu Kristen berujar; “Lalu saya katakan padanya bahwa ini peraturan jadi putri saya harus mengikutinya dan saya pun menjelaskan bahwa pakaian hanyalah simbol sehingga tidak mewajibkan dia harus mempelajari Islam karena iman seseorang itu tidak digambarkan dari jilbab dan iman seseorang itu tidak digambarkan dari Salib tetapi iman seseorang itu berada pada hati nurani. Sehingga saya katakan pada putri saya agar ia jangan kalah, ia harus bisa menunjukkan bahwa walaupun ia memakai jilbab, imannya masih teguh mempertahankan agama Kristen. Putri saya itu dididik untuk hidp berdampingan dengan umat agama lain, sehingga ia dapat memahaminya. Sebetulnya jauh di lubuk hati saya, hal ini sangat menyiksa. Putri sa...