"Mau menulis tapi rasanya berat", demikian banyak orang bilang. Biasanya yang paling susah adalah mencari kata dan membuat kalimat pertama. Bila sudah terketik satu kata dan kalimat, biasanya, lancar. Selain itu biasanya adalah soal ide tulisan. Sudah dapat ide, namun bingung mengembangkannya agar menjadi tulisan yang padu. Beberapa waktu terakhir ini saya sedang memotivasi kader saya untuk rajin menulis. Saya sampaikan bahwa menulis yang paling mudah itu menggunakan gaya bahasa bertutur. Ya, seperti yang sedang saya gunakan sekarang ini. Karena bertutur, maka seperti yang sedang bicara atau ngomong, bedanya adalah saya tuliskan. Ini merupakan cara paling mudah, selain juga punya kelebihan tersendiri, renyah. Buat pembaca gaya bertutur ini juga asik diikuti. Tak seperti artikel yang kaku atau bahkan tulisan akademik. Gaya bertutur ini enak dibaca karena mengalir. Bagi pembaca, rasanya seperti mendengarkan dongeng. Alhasil, tidak capai. Kader tersebut sedang saya lati...