Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 27, 2008

Apa Aku Mengenalnya?

Sebuah Catatan Kecil Oleh: Firdaus Putra A. * Pagi sampai siang hari tadi (28 Januari 2008) seluruh stasiun televisi secara langsung menyiarkan proses pemakaman almarhum Soeharto, mantan Presiden RI ke-2. Turut serta meramaikan, media cetak seolah tidak mau ketinggalan menyajikan informasi terkait almarhum. Seluruh lika-liku semasa hidupnya menjadi tulisan yang menguntai ribuan kata. Mulai dari karir militer, sampai masa saat almarhum menjabat menjadi Presiden RI. Mengikuti nalar cover both side , beberapa orang diminta testimoninya terhadap almarhum. Ada yang mencibir terkait keotoriterannya selama menjabat. Ada pula yang menyanjungnya. Para tokoh nasional pun angkat bicara. Tidak ketinggalan masyarakat biasa. Terlepas dari sisi kontroversialnya, pemakaman almarhum disaksikan oleh jutaan pasang mata. Pagi sampai siang tadi pun saya turut serta menyaksikan. Meskipun hanya melalui layar televisi. Prosesi “mengantar ke dunia lain” itu seakan menghipnotis masyarakat. Entah karena ...

Teknik Jurnalisme & Jurnalisme Teknis

Oleh: Firdaus Putra A. Ketika saya membaca majalah Solidaritas edisi Desember 2007 – Mei 2008, yang diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Solidaritas FISIP UNSOED, saya menemukan beberapa masalah yang mengganjal. Di halaman sampul tertulis “Mengintip Pilkada dari Celah Regulasi”, judul ini mengisyaratkan tema utama dari majalah tersebut. Mungkin 60 – 70% beberapa tulisan menyoal Pilkada Banyumas dari berbagai sisi. Sisanya mengangkat tema lain yang ada di Banyumas. Majalah Solidaritas memang diterbitkan dalam rangka memotret isu masyarkat (Banyumas), berbeda dengan buletin Belik yang lebih mengarusutamakan masalah kampus atau pendidikan. Dalam tulisan ini posisi saya jelas, yakni sebagai pembaca. Sebagai pembaca saya merasa cukup sulit untuk mencerna beberapa tulisan dalam rubrik Laporan Utama (dua buah judul), Laporan Khusus (dua buah judul) dan Wawancara (satu buah judul). Dan juga beberapa judul lain yang mengangkat masalah Banyumas atau kampus. Saya merasa bingung keti...

Pelatihan Shalat Khusyu?

Oleh: Firdaus Putra A. Sekitar satu bulan yang lalu saya memberi komentar tentang training ESQ dengan biaya kontribusi yang relatif mahal, Rp. 500.000. Dua hari yang lalu, saya lihat sebuah spanduk promo yang dipasang di pertigaan jalan Kampus FISIP. Isinya cukup mencengangkan, yakni “Pelatihan Shalat Khusyu’” dengan kontribusi Rp. 100.000 (baca juga tulisan, Menyoal Training ESQ) Saya tidak habis pikir, sebegitu komersilkah dakwah Islam hari ini? Untuk mengajarkan tentang fundamen agama, yakni shalat, peserta yang nota benenya adalah umat harus ditarik biaya. Tidak ada lagi term ikhlas dalam dakwah semacam itu. Apakah lantas para petani, penjual rames yang menggantungkan hidupnya di antara nilai selisih biaya produksi dan harga jual produk bisa mengikutinya? Lebih-lebih kita ketahui bersama, harga beberapa kebutuhan pokok masih saja merangkak naik. Melihat spanduk sebagai media promosi, saya menduga bahwa pelatihan itu tidak ditujukan kepada mereka. Jika kita mau jujur, strukt...

Pelatihan Khotib Cerdas

Oleh: Firdaus Putra A. Khotbah Jum’at merupakan salah satu dari enam syarat sahnya shalat Jum’at. Jadi adalah niscaya di manapun dan apapun alirannya, khotbah selalu ada pada setiap pelaksanaan shalat Jum’at. Selain sebagai syarat sahnya shalat Jum’at, khotbah perlu kita baca juga dalam kerangka proses pendidikan kepada umat. Peran pentingnya menurut saya pada poin yang kedua. Mengaitkan khotbah dengan proses pendidikan umat kita harus tahu sampai sejauh mana content atau isi khotbah yang disampaikan oleh khotib. Jika kita pernah mencoba melaksanakan slahat Jum’at di tempat yang berbeda, kita akan tahu isi khotbah kebanyakan masjid. Satu dengan masjid yang lainnya tidak berbeda jauh. Hanya mengangkat topik masalah ibadah mahdloh atau seputar agama (dalam makna vertikalnya). Sedikit masjid (baca: khotib) yang menyampaikan khotbah seputar masalah sosial kemasyarakatan. Kesamaan masing-masing khotib dalam mengangkat isu atau tema pada setiap khotbahnya sebenarnya dapat kita lihat d...