Oleh: Firdaus Putra A. Seperti kata ‘liberal’, skuler atau skulerisme juga cenderung dimaknai secara peyoratif. Padahal, jika kita mau jujur, semenjak dideklarasikan, Indonesia termasuk dalam negara skuler. Kedaulatan di tangan warganya, bukan Tuhan. Yang untuk menyelenggarakannya didelegasikan kepada para wakil rakyat—bila term ini masih mencukupi—melalui mekanisme pemerintahan presidensil. Anehnya, menggunakan term skuler atau skulerisme seakan-akan tabu. Ada juga yang mengartikan skulerisme merupakan paham yang memisahkan kehidupan dengan agama. Pernyataan itu tidak sepenuhnya, hanya saja yang perlu diperjelas adalah konteksnya. Pernyataan itu menjadi benar jika kita tempatkan dalam konteks hubungan antara negara dengan agama. Meskipun, sebenarnya tidak ada satu negara pun yang benar-benar skuler dalam artian mengasikan agama. Yang ada seringkali nilai-nilai universal agama ditransformasikan dalam sebuah kebijakan publik bagi seluruh warga negara tanpa membedakan asal usul agam...