Saya pernah merasa tidak suka terhadap tindakan seseorang. Saat itu saya sampaikan bahwa saya iri pada apa yang telah dicapainya. Namun hal itu tetap membekas dan sulit untuk merelakannya. Sampai kemudian saya telaah betul perasaan saya. Ternyata, saya bukan sedang iri padanya, melainkan membenci tindakannya. Boleh jadi kadang kita keliru definisikan antara perasaan iri dan benci seperti yang saya alami itu. Iri atau kaprahnya disebut iri hati merupakan perasaan tidak suka pada apa-apa yang dicapai seseorang. Tidak sekedar itu, iri hati dibarengi dengan perasaan keterampasan, "Mengapa dia dan bukannya saya". Atau, "Harusnya saya, bukannya dia". Iri hati menghendaki penukaran subyek dari "dia" menjadi "saya". Artinya masalah iri hati bersumber pada ketakmampuan subyek atau "saya" untuk menerima kenyataan. Betapapun, kenyataan itu dianggap tidak adil oleh subyek. Sebaliknya, berbeda dengan iri hati, semesta perasaan benci tak ter...