Oleh: Firdaus Putra A. Sebagai orang Jawa kedua nomor itu (9 dan 13) kita percayai (bagi yang percaya) sebagai angka yang keramat. No. 9 dianggap keramat dan pembawa keberuntungan. Sedangkan nomor 13, dianggap angka keramat yang membawa kesialan. Sampai-sampai, sedikit hotel yang menyedikan nomor kamar 13. Terlepas dari benar-tidaknya, secara psikologis kekeramatan itu bisa muncul dari proses sugesti. Ada istilah the self fullfilling prophecy, yakni sebuah ramalan yang akan terjadi dengan sendirinya, lantaran yang bersangkutan tersugesti, sehingga sadar atau tidak mengusahakan proses ke arah itu. Nampaknya kekeramatan angka ini juga diidap dan diperhatikan oleh para politikus. Di Seputar Indonesia (9/7) Muhaimin Iskandar, Ketua PKB versi Ancol, berharap agar memperoleh nomor urut sembilan. Terlepas dari rumor keramat, menurutnya, dengan nomor urut sembilan, maka PKB akan mudah dalam melakukan sosialisasi. Bagi yang percaya nomor itu keramat, tentunya konstituen akan memilih secara...