Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 1, 2012

Tragedi Individualisme

Oleh: Firdaus Putra, S.Sos. Semua orang ingin menikmati perayaan pergantian tahun. Tempat-tempat jadi sesak-ramai. Alhasil, ada beberapa titik macet tak terurai. Mundur tak bisa, maju juga tidak. Diam sejenak menunggu yang di depannya. Masing-masing diri ingin menikmati, mencari kepuasan atas perayaan. Tanpa koordinasi pun komunikasi, tiap diri punya pikiran itu. Memang betul, ini bukan soal pikiran, tapi soal hasrat. Pada prinsipnya tiap diri punya hak untuk meraih kesenangan apapun. Perayaan tahun baru, contohnya. Atau mengendarai motor-mobil di jalanan. Atau memperoleh jatah lebih dulu dalam antrian. Itu hak dasar soal kebebasan manusia untuk bertindak. Klimaksnya, saat semua hasrat diri itu bertemu, macet! Kacau! Itulah tragedi individualisme. Sampai batasnya daya dukung ruang-waktu sosial kita tak muat mewadahi semuanya. Akhirnya, dead lock. Dead lock , sistem terkunci. Semua berhenti dan tentu saja menjadi tak nyaman. Keinginan unt...