Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 16, 2007

A Frozen Time and A Question

Oleh: Firdos Putra A. Sekelompok mahasiswa terlihat asyik sedang ngobrol santai sudut kantin. Memang hari itu begitu terik, kurang nyaman untuk melakukan aktivitas berat. Mereka tertawa dalam candaan yang entah aku tak pernah tahu apa itu. Langit masih terlihat terang. Sinar matahari juga masih tetap menghujani alam dengan jutaan energi panas. Kampus terlihat lengang. Beberapa motor tertata rapi di tempat parkiran. Aku masih setia dengan sebatang rokok yang menyala di sela-sela jariku. Aku mainkan rokok itu. Berputar-putar memasuki telapak tangan. Tidak sampai menyentuhnya. Es teh di mejaku sudah habis sedari tadi. Seperti yang lain, aku hanya numpang minum, numpang berteduh dari teriknya matahari. Tidak ada seseorang yang aku tunggu. Aku masih sendiri dengan sekelumit pikiran yang mengawang-ngawang, tak jelas apa itu. Tatap mataku seringkali kosong, melihat entah kemana. Sesekali memandangi sekelompok mahasiswa yang masih asyik ngobrol. Tatap mataku berhenti, mengamati satu p...

Renovasi Rumah Anggota DPR

Oleh: Firdos Putra A. Yang telah lalu, DPR kita heboh dengan rencana pengadaan Laptop untuk memenuhi keperluan dinasnya. Dan beberapa hari terakhir kita dibuat mengelus dada, karena sebagian anggota DPR kita meminta rumahnya—yang terletak di Kalibata—untuk segera direnovasi karena sudah tidak laik huni. Kondisi rumah yang memprihatinkan sebenarnya sudah terjadi sepuluh tahun terakhir. Berarti, anggota dewan yang saat ini menjabat sudah menempati rumah tersebut selama tiga tahun, terhitung mulai Pemilu 2004. Dalam dialog khusus yang ditayangkan Metro TV, Achmad Fauzie dari Fraksi Partai Demokrat, sebagai salah satu anggota BURT DPR yang menggodog rencana renovasi mengatakan bahwa, “Anggota DPR khususnya yang menghuni rumah dinas di Kalibata harus diperhatikan. Bagaimana mereka sepulang kantor lelah, dan ingin istirahat dengan nyaman, tetapi kondisi rumah cukup buruk”. Sedangkan Zulkifli Hasan, Ketua F-PAN DPR, menyatakan bahwa seharusnya anggota DPR dapat menahan keinginannya, toh m...

Menyoal Kapitalisme: Sebuah Pandangan Sementara

Oleh: Firdaus Putra A. Seringkali aku harus memeras otak ketika kawan-kawan di kampus mengajak diskusi tentang kapitalisme. Meskipun aku pernah menulis secara panjang lebar tentang kapitalisme (silahkan baca beberapa tulisan di blog ini), aku belum menemukan jawaban yang final. Pandanganku terhadap kapitalisme masih mendua. Meskipun di hati kecil, aku selalu berkata “tidak” kepada sistem yang menindas dan mengeksploitasi ini. Aku tidak pungkiri bahwa kerusakan alam, turunnya kualitas kehidupan manusia, kesenjangan antara si miskin dan si kaya, ketidakadilan ekonomi, dan sebagainya merupakan ekses negatif dari sistem produksi kapitalis. Sebuah sistem yang memusatkan pada akumulasi modal dari hasil produksi yang akan diumpanbalikkan kepada kegiatan produksi lagi. Sedangkan di sisi lain, sisi hidup kita yang mana yang tidak diisi oleh produk-produk dari sistem produksi kapitalis tersebut. Mulai dari pakaian yang kita kenakan. Di sana ada sejumlah nilai lebih buruh yang tidak dibaya...

Global Warm[n]ing Paska Bali Mandate

Oleh: Firdaus Putra A. Jika tidak salah lebih dari lima tahun yang lalu kita sudah mengenal istilah ini. Beberapa hari terakhir istilah yang menyeramkan itu digunakan di beberapa media masa, cetak maupun elektronik selaras dengan berjalannya Climate Change Conference yang berlangsung di Bali beberapa hari yang lalu. Poin penting dari konferensi internasional PBB tentang perubahan iklim tersebut yakni menyoal tentang perubahan iklim global yang dampaknya sangat merusak bagi ekosistem dunia. Dan lebih penting lagi, menindaklanjuti Protokol Kyoto yang isinya mendesak negara-negara maju untuk mengurasi emisi gas karbonnya sebagai limbah dari produksi atau konsumsi massal. Di pertemuan itu juga dibahas tentang dana adaptasi untuk negara-negara yang terkena imbas dari perubahan iklim, juga dana bagi pembangunan berkelanjutan yang dapat menghijaukan kembali hutan-hutan yang telah rusak karena ulah tangan manusia. Di harian Kompas, kurang lebih satu minggu yang lalu, kita menyaksikan ...

Aku Menulis, Maka Aku Ada

Oleh: Firdaus Putra A. Salah satu aktivitas yang akhir-akhir ini aku geluti yakni nge- blog . Meskipun aku sudah mengenal blog dua tahun yang lalu, tetapi baru beberapa bulan terakhir aku meluangkan cukup waktu untuk menekuninya. Aktivitas nge- blog bermula dari aktivitasku yang lain, yakni menulis. Sebenarnya aku cukup produktif, ditambah sekarang di kamarku sudah bertengger satu unit komputer. Meskipun hanya dengan spesifikasi yang sangat sederhana; kecepatan prosesor hanya sebatas 450 Mhz, dengan didukung akselarasi RAM 256 Mgb, dan akselerasi dari kartu grafis sebesar 32 Mgb. Itu pun dengan screen monitor yang sudah tidak karuan warnanya, hanya menyisakan warna kuning dan merah, tanpa warna biru dari gagalnya salah satu IC warnanya. Dulu, sebelum aku memiliki komputer sederhana itu, aku harus pergi ke rental komputer, atau minimalnya ke kos teman untuk sekedar menuangkan sekelumit ide yang bercokol di kepala. Pernah suatu malam, aku mengalami insomnia, otakku tidak bisa diaj...

PMII, HMI, IMM Kemanakah Engkau?

Sebuah Surat Terbuka Oleh: Firdaus Putra A. Satu setengah tahun terakhir saya tidak merasakan hiruk-pikuknya arus wacana di dunia pergerakan. Hanya ada dua gerakan yang sampai hari ini konsisten dalam rangka mengkampanyekan ide-idenya, Gema Pembebasan dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Sedangkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) baik MPO maupun DIPO serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah (IMM) absen dari percaturan wacana itu. Kemakah mereka? Saya sendiri bukan salah satu anggota dari lima organisasi pergerakan mahasiswa di atas. Tetapi saya cukup galau ketika menyaksikan beberapa organisasi (yang saya sebut di atas) mengalami kemandulan intelektual. Mungkin dalam internal mereka, dinamika masih terjadi. Namun, sebagai out sider , saya tidak pernah melihatnya. Sampai hari ini hanya satu organisasi Islam yang secara kontinyu masih mengkampanyekan ide-ide [i]slamnya, yakni Gema Pembebasan dengan menawarkan konsep Khilafah ...