Oleh: Firdos Putra A. Sekelompok mahasiswa terlihat asyik sedang ngobrol santai sudut kantin. Memang hari itu begitu terik, kurang nyaman untuk melakukan aktivitas berat. Mereka tertawa dalam candaan yang entah aku tak pernah tahu apa itu. Langit masih terlihat terang. Sinar matahari juga masih tetap menghujani alam dengan jutaan energi panas. Kampus terlihat lengang. Beberapa motor tertata rapi di tempat parkiran. Aku masih setia dengan sebatang rokok yang menyala di sela-sela jariku. Aku mainkan rokok itu. Berputar-putar memasuki telapak tangan. Tidak sampai menyentuhnya. Es teh di mejaku sudah habis sedari tadi. Seperti yang lain, aku hanya numpang minum, numpang berteduh dari teriknya matahari. Tidak ada seseorang yang aku tunggu. Aku masih sendiri dengan sekelumit pikiran yang mengawang-ngawang, tak jelas apa itu. Tatap mataku seringkali kosong, melihat entah kemana. Sesekali memandangi sekelompok mahasiswa yang masih asyik ngobrol. Tatap mataku berhenti, mengamati satu p...