Oleh: Firdaus Putra, HC. Tulisan ini merupakan tanggapan untuk “ Menyoal Makna Better Banyumas” yang terbit 4 Mei 2015 di harian SatelitPost . Meski saya bagian dari tim, tentu tulisan ini tak bisa dirujuk sebagai pikiran Tim City Branding Banyumas. Sejauh-jauhnya, pokok pikiran tulisan ini hanya menggambarkan pendapat pribadi saya. Ada empat pokok pikiran yang disampikain Sdr. Arief Dwi Kusuma dalam tulisannya hari lalu. Pertama terkait dengan penggunaan kata asing sebagai moto; Kedua penggunaan kata “better” yang dirasa nanggung karena masih ada kata “best”; Ketiga wow effect yang dirasa tak muncul dari kata “better”; Terakhir, soal identitas dan kearifan lokal Banyumas. Dalam tulisan ini saya akan menanggapinya secara umum dan mengalir. Identitas dan Bahasa Saya termasuk orang yang sepakat dengan pandangan bahwa identitas merupakan sesuatu yang cair, menjadi terus-menerus dan organis sesuai denyut nadi masyarakat. I...