Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 1, 2009

Sawang-sinawang

Oleh: Firdaus Putra A. Frasa ini saya peroleh dari seorang teller salah satu bank di Purwokerto. Saat itu saya sedang mengantri beserta puluhan mahasiswa lainnya untuk membayar SPP. Hari itu tanggal 3 Januari adalah H-1 mendekati masa akhir pembayaran. Selebihnya, terhitung tanggal 5 Januari, mahasiswa akan dikenakan denda sebesar 0,3% dari besaran SPP. Tak heran hari itu antrian panjang seperti enam bulan-enam bulan yang lalu. Itulah momen tak menyenangkan yang senantiasa disesaki mahasiswa, termasuk saya. Anehnya, tetap saja sebagian besar mahasiswa memilih membayar di akhir jatuh tempo sebelum pengenaan denda. Padahal masa pembayaran SPP biasanya dibuka selama satu bulan penuh. Siang itu saya datang pukul satu siang sehabis waktu istirahat. Saya tumpuk Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) di atas tumpukan lainnya. Tumpukan KTM saya taksir setinggi lima sampai tujuh senti. Dari pada borring, saya tinggalkan antrian untuk makan siang dan nongkrong sejenak di Warteg depan kampus FISIP. K...

Terimakasih

Oleh: Firdaus Putra A. Saat kita merasa berhutang budi pada seseorang maka akan kita balas dengan terimakasih. Ia bisa berupa ucapan, “Terimakasih!” atau bisa dalam rupa lain. Dalam rupa ucapan, terimakasih melampaui batas formal-informal. Di kantor kita bisa bilang terimakasih kepada teman sejawat, pimpinan, atau karyawan di bawah kita. Di luar kantor kita bisa ucapkan ke tukang parkir, penjual soto, tukang semir sepatu dan seterusnya. Berbeda dengan ucapan, terimakasih dalam rupa benda atau barang bisa disalahpahami. Cobalah sampaikan rasa terimakasih kita pada seorang pimpinan karena promosi yang kita peroleh, pastilah kita bisa dituduh sedang menyuap atau menjilat. Coba pula sampaikan rasa terimakasih kepada seorang akuntan publik yang telah bersusah payah mengaudit harta benda kita, tentu saja kita disangka kolusi. Nah yang paling cair di antara semuanya adalah ucapan. Ia tidak menaruh tendensi macam-macam. Ia lahir dari penginsyafan bahwa ada orang lain yang telah membantu...

Friend Find Desire

Oleh: Firdaus Putra A. Siapa yang tak kenal beberapa forum seperti Friendster, Hi5, Facebook, Yuwie, Adultfriendfinder, Indonesian Single, dan seterusnya? Saya yakin kita sebagai orang yang akrab dengan dunia maya mengantongi setidaknya satu akun (account) di antara beberapa forum di atas. Banyaknya provider yang menyediakan berbagai layanan social cyber network menunjukan tingkat sosialitas masyarakat dunia maya yang tinggi. Adanya fasilitas “Find friend” merupakan ekspresi dari keingingan untuk saling menyapa satu sama lain, meski awalnya tak saling kenal. Hasrat untuk mencari teman itu begitu meluap. Bahkan sampai beberapa teman saya terlihat lebih mengejar kuantitas teman daripada kualitas pertemanan. Yang paling sederhana bisa kita kenali dengan mudahnya untuk meng-add dan meng-approve satu sama lain. Meskipun pada akhirnya, di kemudian hari saling sapa dan saling bincang relatif jarang. Meski demikian, banyaknya kuantitas tetap saja bermanfaat. Sekurang-kurangnya bagi y...

Cyber Chat

Oleh: Firdaus Putra A. Dua minggu terakhir saya sangat akrab dengan aktivitas chat di ruang maya. Biasanya saya gunakan Yahoo Messenger untuk bergaul dengan teman-teman lintas kota-lintas negara. Saya pilih aktivitas ini untuk menyelingi aktivitas surfing-browsing, up-loading, downloading, posting, lay-outing, editing, entah Facebook, blog, Friendster, e-mail, dan seterusnya. Selingan ini saya rasa cukup bermanfaat. Ya, sekurang-kurangnya saya tidak terhisap oleh logika mekanis laptop yang diam tak berasa-tak berekspresi. Dengan chat di ruang tertentu, saya tetap bisa aktif dengan senda gurau, saling sapa, tukar informasi, tukar pengalaman, tukar Facebook-Friendster, dan sebagainya. Meski tubuh saya dalam keadaan diam, saya tetap merasa mobile kemana-mana. Lihatlah saya terbang dari Yogyakarta ke Jakarta, Bali, Batam, Bandung, lalu ke Singapura, Amerika, India, Filipina, Inggris, dan belahan dunia lainnya. Saat terbang ke negara-negara lain saya siapkan dua sampai tiga kamus dig...

Blog Content

Kebebasan dan Tanggungjawab Oleh: Firdaus Putra A. Tulisan ini terdiri dari beberapa judul lainnya. Secara umum membahas ihwal aktivitas nge-blog. Mulai dari isi, mempertinggi pengunjung, pilihan template, dan seterusnya. Pada bagian pertama ini, izinkan saya untuk sharring tentang pengalaman saya mengelola www.mengintip-dunia.blogspot.com. Blog ini saya bangun akhir tahun 2007. Tepatnya bulan Desember. Tahun sebelumnya, 2006, saya sudah mempunyai blog di provider tertentu. Hanya saja blog yang ada kurang interaktif, mulai dari widget/ gadget sampai template-nya. Akhirnya, berkat informasi teman, saya membangun ruang baru di www.blogger.com dengan domainnya [dot]blogspot. Motivasi awal saya nge-blog dalam rangka megekspresikan minat saya dalam menulis. Lebih jauhnya, blog itu lambat laun menjadi media dalam rangka mendiseminasi (menyebarluaskan) pandangan-pandangan, gagasan-gagasan, serta berbagai pemikiran saya. Pada titik ini, tentu saja aktivitas nge-blog tidak akan jauh-jau...