Oleh: Firdaus Putra A. Suatu ketika terjadi perdebatan antara kalangan Islam dengan Kristiani terkait sejarah kapal Nabi Nuh. Kalangan Islam mengklaim bahwa kapal tersebut berlabuh di bukit Judi. Klaim ini bersumber dari teks suci, Quran. Sedangkan kalangan Kristiani, menyatakan bahwa kapal tersebut terdampar di pegunungan Ararat. Masing-masing mengklaim paling benar berdasar Kitab Sucinya. Kalimatun shawa atau titik temu tidak terjadi. Sampai akhirnya, kalangan ilmuwan/intelektual melakukan penelitian sejarah melalui pendekatan arkeologi. Dibantu teknologi foto satelit, tersingkap bahwa di bawah tanah negeri Mesir ada bangunan/struktur kota tua. Dan akhirnya, perdebatan tentang kapal Nabi Nuh bisa terselesaikan. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa kapal itu berlabuh di bukit Judi. Namun yang harus dicatat, bahwa bukit Judi terletak di pegunungan Ararat. Ternyata klaim kalangan Islam dan Kristiani sama-sama benarnya. Klaim-klaim itu mampu ditemukan melalui pendekatan ilmiah, bukan sek...