Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 4, 2008

Jujur - Ajur

Untuk Bagian Kesejahteraan Mahasiswa UNSOED Oleh: Firdaus Putra A. “Salam takzim. Saya sudah bilang kemarin, bahwa saya (sedang, penj.) cuti akademik. Dan saya punya saran nama pengganti. Saya sudah tak berharap mendapat beasiswa. Tiba-tiba menerima informasi nama saya keluar (di pengumuman beasiswa, penj.). Akhirnya saya berharap lagi. Dan sekarang saya harus sakit hati karena kelalaian manajemen. Rasanya tidak enak pak. Tolong sampaikan juga ke Pak Haji (Kepala Bagian Kesejahteraan Mahasiswa, penj.). Nuwun”. Dua lembar SMS di atas saya kirim ke Pak Prayitno, Senin 4 Mei yang lalu. Seorang karyawan yang mengelola beasiswa khususnya beasiswa Bank Indonesia (BI). Saya kirim beberapa menit setelah meninggalkan kantor Kesejahteraan Mahasiswa UNSOED. Ada sesal, mangkel dan sakit hati sesaat meninggalkan kantor itu. Satu minggu sebelumnya, seorang teman memberi kabar. Via SMS dia menyampaikan “kabar gembira”, bahwa beasiswa BI sudah turun. Saya disuruh secepatnya mengambil. Karena s...

For Blogger

Pembatasan dan Pengawasan Aktivitas Blog Oleh: Firdaus Putra A. Hari kemarin saya kaget ketika menerima kabar dari seorang teman yang menonton tayangan “Kupas Tuntas”. Tema yang diangkat masalah blog, blogger, dan blog content. Pokok masalahnya, pemerintah menghendaki agar aktivitas blogger diawasi, dibatasi. Khususnya bagi mereka yang memuat tema-tema kritik sosial dan kritik pemerintahan. Tentu saja hal ini sangat menarik perhatian saya, juga Anda tentunya. Sekurang-kurangnya, bilamana kebijakan itu keluar, saya dan Anda semua sebagai blogger akan terancam dan terkebiri hak kebebasan berpendapat dan akses informasi. Jujur, saya mulai bingung memandang pemerintahan sekarang. Baru kemarin, DPR kita meributkan syair lagu Slank yang bernuansa kritik pemerintah. Dan sekarang ditambah dengan meributkan blog content yang “menyerang pemerintah”. Saya rasa, dua kasus ini bisa memperlihatkan kecenderungan pemerintah yang ternyata masih gagap dengan alam kebebasan dan demokrasi. Apa ja...

Sepotong Keyboard

Oleh: Firdaus Putra A. 30 April, malam hari, kemarahan membuat saya memukul dan meremukan keyboard. Tanpa keyboard, rasa sepi menghinggapi diri. Pasalnya, keyboard baru tidak kunjung datang lantaran si kantong, kosong. Lebih menyiksa, beberapa hari terakhir ide-ide berseliweran di kepala. Rasanya benar-benar tidak mengenakan. Komputer tetap bisa nyala, akan tetapi tidak bisa untuk mengetik. Saya coba meminjam komputer teman kos. Hanya saja konsentrasi tidak saya dapatkan. Otak buntu, ide macet. Malam itu saya uring-uringan. Rasanya seperti sedang birahi dan ingin sekali melakukan onani. Agar semua ide keluar dan orgasme kebebasan terjadi. Saya masih menunggu sampai lusa. Menunggu uang yang rencananya akan masuk ke kantong. Hanya saja, karena bertepatan dengan Hari Pendidikan, kantor administrasi tidak melayani seperti biasanya. Karyawan sedang sibuk mengikuti lomba-lomba dalam rangka memperingati hari besar itu. Saya pun gigit jari. Baru hari ini, 4 Mei saya bisa membeli keybo...

Aksi Sepi Peserta?

Rethinking Pilihan Media Perjuangan Mahasiswa Oleh: Firdaus Putra A. Salah satu indikator yang paling kasat mata dinamika gerakan mahasiswa saat ini adalah seberapa sering mereka menggelar demonstrasi. Lihatlah, tanggal 1 Mei kawan-kawan mahasiswa turun ke jalan membantu kawan buruh memperingati May Day dengan tuntutan dan aspirasi kepada pemerintah. Sehari kemudian, 2 Mei, demonstrasi dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan. Lantas, ada demonstrasi apa lagi di tanggal-tanggal ke depan? 21 Mei akan diperingati sebagai 10 tahun Reformasi, dan seterusnya. Tanggal 2 Mei yang lalu saya secara sadar tidak mengikuti aksi massa yang digelar oleh aliansi ormas mahasiswa di Puwokerto. Bukan lantaran kesibukan lain, tetapi saya mempunyai dan pandangan dan instrumen lain untuk memperingati hari itu. Dalam dua tahun terakhir, untuk kali pertamanya, saya kembali turun ke jalan. Bersama kawan-kawan petani Banyumas saya menuntut Pemda Kab. Banyumas melakukan pensikapan terhadap na...

Hanya Mengirim SMS

Mencari Alternatif Media Pendidikan/Perjuangan Oleh: Firdaus Putra A. Tulisan ini bisa dianggap sambungan dari judul “Mengapa Aksi Massa Sepi Peserta? Rethinking Pilihan Media Perjuangan Mahasiswa”. Seperti analisis yang saya ajukan di judul itu, bahwa sepinya aksi massa lantaran semakin jenuhnya mahasiswa sebagai basis gerakan. Dalam tulisan ini saya ingin memberikan pandangan alternatif apa-apa yang bisa kita lakukan selain dengan aksi massa. Tanggal 2 Mei yang lalu saya tidak turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan dengan menuntut pemerintah. Dengan pacar, saya justru berada di kos. Bersama pacar saya mendiskusikan seluk-beluk aksi massa. Dua tema ini merupakan hasil refleksi diskusi tersebut. Akhirnya, kami berdua memutuskan untuk mengirim pesan singkat yang berbunyi, “Pendidikan. Mengapa kita butuh? Untuk kerja. Apakah hanya sebatas itu? Biayanya bagaimana? Mahal tentunya. Lantas yang miskin bagaimana? Ingat tujuan nasional kita! Sebarkan ke yang lain. Cukup satu SMS sa...