Oleh: Firdaus Putra A. Di beberapa forum koperasi, isu kewirausahaan atau entrepreneurship menjadi menu utama. Semakin dahsyat ditambah dengan klaim bahwa berwirausaha “lebih mulia” dibanding dengan bursa CPNS atau menjadi karyawan swasta. Ada beberapa klaim yang perlu kita uji terkait hal ini. Pertama, hubungan antara kewirausahaan dengan koperasi. Kedua, klaim “lebih mulia” berwirausaha dibanding bekerja pada sektor lainnya. Klaim yang kedua merupakan turunan dari klaim pertama, bahwa wirausaha merupakan core (inti) dari koperasi. Saya akan mencoba menjawab dua klaim itu secara terbalik. Mengapa berwirausaha—jika merupakan inti berkoperasi—adalah “lebih mulia” dan seakan pantas bagi kita (insan koperasi) mencibir yang lain? Cibiran kepada yang lain seakan pantas dengan menyebut diri kita sebagai “gerakan”. Ada kesan sakral di istilah itu. Namun, mengapa kita tidak bisa menyebut mereka dengan “gerakan abdi negara” dan/atau “gerakan profesional ahli”? Mengapa istilah “gerakan” han...