Oleh: Firdaus Putra Ku terbangun saat kamu cium keningku dengan lembut. Udara dingin masuk melalui jendela yang kamu buka lebar-lebar. Senang sekali kamu menggodaku. Membawa beribu hawa dingin menggelitik tubuhku. Senang sekali kamu saat melihatku semakin menarik selimut. Kamu tertawa riang dan bilang “Honey … ayo bangunnnn. Si Mo saja sudah bangun dari tadi”. Ledekmu sembari mengangkat anjing putih itu. Dengan malas-malasan kubangun juga. Langsung kupeluk tubuhmu dan ciumi lehermu. Kamu meronta-ronta menolak. “Hiii… bauuuuu”, kamu teriak dengan mengibas-ngibaskan tangan. Aku hanya terkekeh melihat ulahmu. Kuminum air putih yang telah kamu siapkan untukku. Dan kulalui hari itu habis bersamamu. Dalam ruang-waktu, sebuah episode pernikahan kita. Suasana di atas terasa begitu hangat. Bahkan pernikahan yang asli bisa jadi lebih hangat daripada imajinasi itu. Tentang perpaduan dua pasang manusia: laki-laki dan perempuan yang berkomitmen untuk membangun keluarga bersama. Mereka ber...