Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 26, 2010

Tentang Pernikahan

Oleh: Firdaus Putra Ku terbangun saat kamu cium keningku dengan lembut. Udara dingin masuk melalui jendela yang kamu buka lebar-lebar. Senang sekali kamu menggodaku. Membawa beribu hawa dingin menggelitik tubuhku. Senang sekali kamu saat melihatku semakin menarik selimut. Kamu tertawa riang dan bilang “Honey … ayo bangunnnn. Si Mo saja sudah bangun dari tadi”. Ledekmu sembari mengangkat anjing putih itu. Dengan malas-malasan kubangun juga. Langsung kupeluk tubuhmu dan ciumi lehermu. Kamu meronta-ronta menolak. “Hiii… bauuuuu”, kamu teriak dengan mengibas-ngibaskan tangan. Aku hanya terkekeh melihat ulahmu. Kuminum air putih yang telah kamu siapkan untukku. Dan kulalui hari itu habis bersamamu. Dalam ruang-waktu, sebuah episode pernikahan kita. Suasana di atas terasa begitu hangat. Bahkan pernikahan yang asli bisa jadi lebih hangat daripada imajinasi itu. Tentang perpaduan dua pasang manusia: laki-laki dan perempuan yang berkomitmen untuk membangun keluarga bersama. Mereka ber...

Cinta August

Oleh: Firdaus Putra Kuingat momen itu saat August bercengkerama dengan angin dan tetumbuhan gandum. Ia lambai-lambaikan tangan, penjamkan mata dan hirup kuat-kuat bebau di sekitarnya. Ia rasakan kehadiran perempuan itu, Lyla Novacek. Kehadiran dalam rasa, bukan dalam wujud. Tentang sosok yang ia tanya dan cari terus menerus. August terus meyakini tentang keberadaannya. Melalui desir angin, langit yang gelap dan gemericik air, bocah itu kirimkan pesan, “Mama …”. Kasih sayang itu melintasi dimensi ruang. Lyla merasakannya. Pesan itu, entah dengan cara apa merasuk dalam kalbunya. Agust Rush adalah kisah tentang anak yang menemukan ibunya melalui musik. Aku ingat masa dimana kamu berbicara tentang doa. Tentang bagaimana kamu selalu mendoakanku. Seperti August, ia yakini Lyla tanpa wujud. Sedang kamu meyakini aku tanpa pernah bertemu. Nada adalah medium bagi August, sedang doa adalah medium bagimu. Doa itu melintasi ruang. Tentang beribu kilometer jarak yang membentang. Dan aku, mera...