Oleh: Firdaus Putra A. “Melati dari Jaya Giri …” bolak-balik aku putar tembang kenangan itu. Aku punya kesan yang dalam khusus pada “Jaya Giri”. Aku belum pernah ke sana. Tapi aku merasakan sesuatu yang begitu dalam dan seakan sudah mengenalnya. Setelah sekian lama mencarinya, aku peroleh lagu ini dari dosenku, Pak Rawuh. Katanya beliau punya banyak koleksi tembang-tembang kenangan. Dia sendiri putar lagu itu dengan piringan hitam. Wow … benar-benar klasik. Sedang laguku ini, sudah di MP3-kan. Tapi kesan klasik itu masih tersisa. Suara musik yang sangat sederhana dengan aransemen yang juga sederhana. Pada masalah lagu, aku mungkin tergolong orang yang konservatif. Meski banyak lagu-lagu berganti dalam genre pop, belum ada yang menandingi kesan tembang kenangan. Memang, aku anak zaman pop. Hanya saja aku dibesarkan di tengah bapak-ibu yang demen tembang kenangan. Aku masih ingat, dulu saban hari ibuku memutar “Gelas-gelas Kaca”, “Teluk Bayur”, “Hitam-Putih Potomu” dan lainnya. ...