Dear Gita ... Gita aku sudah menerima suratmu seminggu yang lalu. Hanya saja karena aktivitas yang cukup padat, aku belum selesai merumuskan jawaban yang tepat untukmu. Dan hari ini, tanggal 9 April 2009 saat seluruh masyarakat Indonesia tengah merayakan pesta demokrasi, aku punya waktu luang untuk berpikir. Setelah aku baca, ada dua hal yang bisa aku sarikan dari suratmu, pertama pertanyaanmu tentang “Romantisisme Kritis” dan terakhir tentang kesiapanku untuk ke Belanda. Gita, seringkali kita sebagai masyarakat modern hidup dalam logika oposisi biner. Pada tanggal 9 April yang lalu, warga Indonesia yang baik adalah yang menyalurkan hak pilihnya. Dengan logika oposisi biner, maka yang tidak menyalurkan hak pilih menjadi warga negara yang tidak baik, kurang lebih seperti itu. Lihat saja, sebagian masyarakat mengecap Golongan Putih (Golput) sebagai orang yang pengecut atau pecundang. Padahal, kalau mau adil, tidak memilih pun merupakan pilihan. Dan sayangnya, logika seperti ini masi...