Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 17, 2011

Imaginarium

Oleh: Firdaus Putra Masuk ke imaginarium seperti labirin berliku. Terlihat jelas pintu masuk, bingung cari pintu keluar. Berputar-putar di dalamnya. Bukan kosong, tapi penuh dengan imaji. Bukan bingung cari pintu keluar, tapi magnet imaji begitu kuat. Imaginarium menolak akal sehat. Ia hanya butuh hasrat primitif manusia: kenyamanan. Di sana, manusia merasa nyaman. Imaji-imaji begitu hidup seperti kehidupan. Bukan imaji pasif, ia aktif membangun logika adanya. Imaji itu menjadi hidup dan menelan bulat-bulat kesadaran. Imaginarium adalah tentang ruang harapan. Harapan yang mustahil atau sulit tergapai di kenyataan. Ia ruang pelarian. Lari dari fakta tentang keterbatasan diri. Atau kondisi yang membatasi. Di imaginarium, semuanya fleksibel. Menarik-mundur keinginan. Ia begitu interaktif hingga tak membuat jemu. Imaginarium memberikan kembang gula nan manis. Adapun kepahitan, tetaplah manis dalam imaji. Apapun diterima dengan pengiyaan. Akan sehat, sekali lagi, lumpuh. Imaji mengu...