Oleh: Firdaus Putra A. Kemarin malam saya memperoleh film dokumenter proses persalinan. Film itu benar-benar riil. Diperlihatkan secara apa adanya, mulai dari mengejan, sampai kepala bayi dikeluarkan dari vagina si ibu. Saya putar film itu dengan beberapa teman kos. Reaksinya hampir sama, ngeri! Bahkan seorang teman berseloroh, besok istriku tidak perlu melahirkan dengan cara alamiah (melalui vagina), cukup dioperasi agar tidak sakit. Saat itu juga kali pertamanya saya menyaksikan proses persalinan. Meski sekedar film, saya bisa merasakan ngerinya melahirkan. Maaf, di film itu, ditunjukan bagaimana ketika kepala si bayi belum bisa keluar, seorang bidan melakukan pembedahan kecil pada bagian pangkal paha. Darah langsung mengucur deras. Saya benar-benar nelihatnya. Beberapa detik kemudian, kepala bayi bisa "ditarik" oleh bidan. Mulai terlihat juga tangan bayi yang kecil. Menyusul badan dan kakinya. Terakhir, tali pusar dan air ketuban, pecah. Saya menonton film dokumen...