Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 16, 2012

Vietnam, Kota yang Lusuh (Bagian 3 dari 3)

Oleh: Firdaus Putra Vietnam, perjalanan terpanjang yang pernah saya lakukan. Saya dan Mas Rahab menempuh paling tidak 24 jam melalui darat. Kami berangkat dari Lao pakai Sleeping Bus. Bus seperti ini kali pertama saya lihat. Tempat duduk itu memanjang dan jadilah tempat tidur. Sayangnya fasilitas bus ini tak selengkap NCA. Tiket dijual 240 ribu kip atau 25$. Sebelumnya kami cek pesawat, Vientien-Hanoi, terpaut 132$, tentu angka yang signifikan, bukan? Sebagian besar penumpang adalah penduduk lokal Lao atau Vietnam. Hanya ada 8 turis asing, dua di antaranya adalah kami. Kami duduk dekat dengan mereka semua. Lelaki depan kami dari Irish Island, part of UK. Di depannya ada Mira dan temannya, sarjana bisnis dari Frankfurt, Jerman. Sedang sebelah kami, laki-laki dan perempuan, dari Australia. Saya tak yakin mereka couple, karena tak terlihat romantika mereka berdua. Lalu di belakang kami ada tiga pemuda Chili.

Laos, Mekong yang Kering (Bagian 2 dari 3)

 Oleh: Firdaus Putra Melalui jalur darat bersembilan kami jalan-jalan ke Laos. Awalnya kami rencanakan berangkat dengan bus pagi pukul 07.00. Saya, Soim dan Mas Rahab sudah berkemas dan siap landas. Sayangnya, teman-teman cewek belum siap. Akhirnya kami ketinggalan bus. Untungnya ada bus siang hari. Menariknya, saat itu sedang ada perayaan tertentu, jalan raya padat dan macet. Taksi kami tak bisa gerak. Seperti di film-film, kami turun dari taksi dan jalan kaki menuju terminal bus. Dengan jalan cepat akhirnya sampai dan syukurlah, bus belum pergi. Bus yang kami tumpangi rada jorok. Kurang menarik untuk dikatakan sebagai bus antar kota antar negara. Pukul sembilan malam kami sampai di Vientien dengan sebelumnya check in di keimigrasian. Kalau tak salah ingat kami keluarkan 30 ribu kip untuk sebagai biaya administrasi over time . Tidak ketat dan biasa saja. Sesampai terminal bus Vientien, langsung cari hotel. Syukur lah dapat hotel kelas melati dengan biaya terjangkau....

Thailand, Dini Hari Ramai (Bagian 1 dari 3)

Oleh: Firdaus Putra Kami mendarat di Thailand jam 10 pagi hari. Tak banyak selisih waktu dengan Indonesia. Serombongan kami ada Soim, Mas Rahab, Vita, Fani, Yuyun dan Dyah. Apa yang kami lakukan pertama kali di bandara yang besar itu adalah mencari simcard untuk ponsel. Syukurlah ada paket BB senilai 250 bath atau 70 ribu untuk 7 hari. Saya ambil paket itu. Lalu kami makan siang di salah satu restoran di bandara Bangkok. Dan lanjutkan perjalanan ke terminal bus untuk menuju ke Khonkaen. Tak banyak kendala selain bahasa. Bukan kami yang tak bisa berbahasa, melainkan driver taksi dan beberapa pelayan itu yang tak bisa bahasa Inggris. Jam empat kami lanjutkan perjalanan pakai bus. Nakon Chair Air, namanya. Harga tiketnya kurang-lebih 150 ribu rupiah. Dan itu setimpal dengan fasilitasnya: teve tiap kursi, stick game, kursi pijat, snack, susu dan makan berat. Enam jam Bangkok-Khonkaen jadi tak terasa dengan pelayanan yang bagus itu. Di Khonkaen, salah satu ibu kota provinsi di...