Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 6, 2008

Passing Over dan Menggagas Para Pemikir Bebas;

Kritik untuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Oleh: Firdaus Putra A. I Tulisan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kebuntuan epistem yang hinggap pada kader-kader KAMMI khususnya di wilayah Purwokerto. Sudut pandang tulisan ini sebagai out sider yang mencoba memotret kecenderungan para kader yang melakukan proses dialektika di land scape pemberdayaan mahasiswa atau ‘politik kampus’. Tulisan ini berangkat dari pengamatan secara langsung terhadap kader. Bisa jadi tulisan ini mereduksi kenyataan. Untuk itu, di beberapa bagian akan memuat perbincangan spontan dengan salah satu kader KAMMI. Sebagai gerakan mahasiswa, KAMMI merupakan salah satu organisasi yang sampai hari ini masih diakui berjaya. Tidak hanya secara kuantitatif, terkait dengan banyaknya jumlah kader, tetapi juga pada titik kualitas. Beberapa kader KAMMI selalu menonjol dalam artian memiliki posisi kunci di dalam kampus. Dan hal ini juga tidak bisa dilepaskan dari arahan strategis KAMMI yakni struc...

Menyoal Training ESQ

Oleh: Firdaus Putra A. Training ESQ saya yakin bukanlah istilah yang asing. Sudah sering kita dengar, dan biasanya populer ketika masa penerimaan mahasiswa baru. Training ini digelar untuk membekali mahasiswa baru atau lama tentang pentingnya kecerdasan emosi dan spiritual sebagai pengimbang kecerdasan kognitif kita. Baru beberapa hari yang lalu, saya melihat spanduk dengan materi promo training ESQ. Rencananya akan diadakan pada tanggal 26-27 Januari 2008. Yang mencengangkan, biaya untuk mengikuti training selama dua hari itu relatif mahal. Mahal dalam kisaran mahasiswa sebagai pelajar yang secara finansial masih bergantung kepada orang tua. Biaya training dua hari itu mencapai Rp. 500.000. Angka yang besar untuk sekedar mengikuti training atau pelatihan. Jujur saya merasa tersisih ketika membaca promo training ESQ, karena orang semacam saya jelas tidak mungkin dapat merasakan atau mengikutinya. Padahal, training ESQ merupakan salah satu sarana untuk meng-up grade kecerdasan e...

Pudarnya Sense of Student Movement FISIP

Curahan Hati tentang Rasa Kesal Oleh: Firdaus Putra A. “Jika banyak pihak di kampus ini hanya berdiam diri, saya pun akan ikut berdiam diri. Biarlah sistem ini mati lantaran kita cekoki dengan sianida kenaifan diri. Dan biarlah tahun ini, 2006, kita rayakan sebagai ‘tahun kematian pemerintahan mahasiswa FISIP’.” I Kadangkala saya merasa bersalah ketika dulu membatalkan keabasahan Dewan Legislatif Mahasiswa [DLM] yang dulu dibentuk oleh KPR yang cacat hukum. Saya sebut cacat hukum, karena KPR tersebut sejatinya tidak pernah dibentuk oleh otoritas manapun, termasuk oleh DLM zamannya Yasum Surya M. Selain itu mis-interpretasi tentang makna ‘independensi’ membuat KPR melampui wewenang yang seharusnya ditetapkan oleh Dewan Presidium. Dalam kerangka Keluarga Besar Mahasiswa FISIP, suatu tempo diadakan forum check and recheck antara KPR [dengan Koord. Firdaus Ghazali], DLM Terpilih [hanya beberapa yang hadir], DLM Demisioner [Yasum Surya M.], UKM dan HMJ, serta Dewan Presidium se...

Demokrasi Minimalis untuk Pemerintahan Mahasiswa:

Penjajakan Konseptual dan Rekomendasi Oleh: Firdaus Putra A. Mahasiswa dan preferensi sistem Sistem apa yang dikembangkan oleh lembaga mahasiswa biasanya menginduk dari sistem negara di mana mahasiswa tersebut eksisten. Sebuah kewajaran, mengingat sistem—dalam konteks ini sistem lembaga, pemerintahan, atau kepemimpinan—merupakan refleksi dari kondisi sosial-politik makro yang berkembang di masyarakat. Suatu preferensi sistem tidak menjadi masalah sejauh sistem itu dianggap mampu mengakomodasi atau mewadahi kebutuhan-kebutuhan lembaga mahasiswa. Lembaga mahasiswa dalam konteks tulisan ini lebih mengacu kepada lembaga mahasiswa internal kampus. Meskipun penggunaan term ini sebenarnya cukup problematis. Karena lembaga internal kampus mengisyaratkan adanya lembaga ekstrenal kampus, yang artinya logika NKK/BKK kita legitimasi baik secara sadar maupun tidak. Klasifikasi lembaga internal kampus dalam konteks ini hanya akan difungsikan sebagai unit analisis sosiologis sebagai abstraksi ...