Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 23, 2018

Membangun Perubahan yang Imanen

Oleh: Firdaus Putra, HC. Apakah kita, sebagai subyek atau aktor perubahan, harus mengetahui dan memahami semua masalah sosial beragam sektor? Sebutlah masalah Hak Azasi Manusia (HAM), konflik agraria, masalah kapitalisme global, korupsi, penegakan hukum dan lain sebagainya. Apakah kita harus concern atau peduli dan memedulikan semua masalah bangsa ini?   Saya lebih setuju untuk membangun sikap yang imanen atau membumi, meski terbatas, pada masalah/ isu yang benar-benar kita hadapi dan hidupi. Kita mengakui keterbatasan pikiran, energi, waktu dalam melakukan pengorganisasian sosial. Di sisi lain kita menginsyafi bahwa di ruang lain ada aktor lain yang melakukan secara lebih sungguh-sungguh hal tersebut. Ada beberapa hal yang menurut saya imanensi itu lebih tepat daripada sebuah kesadaran yang transenden atau "melangit" Kehidupan Aktor Setiap aktor sosial hidup dan menghidupi konteks tertentu. Aktor sosial tidak lahir tiba-tiba dari ruang kampus, misalnya. Sebal...