Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 10, 2011

Awarding

Oleh: Firdaus Putra Karena dia layak memperolehnya, seseorang diberi penghargaan. “Something awarded or granted, as for merit” seperti nukilan dari thefreedictionary.com mendeskripsikan kata “award”. “Merit” sendiri dapat bermakna “jasa”, “pantas”, “manfaat” atau lainnya. Jadi penghargaan selalu diberikan kepada seseorang yang pantas menerimanya lantaran jasa atau kiprahnya. Penghargaan semacam itu bukan basa-basi seremonial atau kuis televisi. Melainkan sikap kerendah-hatian dengan penuh hormat untuk mengakui prestasi seseorang dalam bidang tertentu. Dalam proses itu, tidak menarik membahas “apa” bentuk penghargaannya. Sebaliknya, lebih menarik untuk menyoal “mengapa” dia pantas menerimanya. Menyoal “apa” hanya akan melahirkan keangkuhan. Sedang menyoal “mengapa” akan membawa pada inspirational story yang dapat dicontoh orang lain. Dalam “merit” selalu terkandung makna “layak”. Layak merupakan imbas dari rentetan aktivitas yang dilakukan seseorang; Berpikir, membangun, men...

Homo Ludens

Oleh: Firdaus Putra Fitrah manusia yang satu ini jarang disinggung. Manusia sebagai Homo Ludens atau manusia yang bermain. Bermain adalah keluar dari kehidupan biasa. Dan bermain itu, keluar dari kategori benar/ salah. Artinya, setua apapun usia adalah pantas untuk bermain. Bermain merupakan satu dari sekian banyak kebutuhan kita di dunia fana ini. Jangan dilupakan, sekaliber Einstein pun senantiasa menyisihkan waktu untuk bermain. Untuk menjaga akal sehat. Dan tentu saja, merawat kualitas kehidupan. Bermain membuat manusia kembali segar, seperti suntikan adrenalin pada tubuh. Bermain menyuplai vitamin-vitamin yang tak ditemukan di berbagai zat. Bermain adalah sepenting bekerja. Bekerja membuat otot menegang untuk menyusun kehidupan. Bermain, merelaksasikan otot-otot itu agar tetap hidup. Selain itu, bermain erat kaitannya dengan laku kreatif. Permainan selalu mengakar pada kreativitas manusia. Dalam laku kreatif ada proses imajinasi. Imajinasi dapat mengadakan apa-apa yang ta...

Kere Aktif

Oleh: Firdaus Putra Kata di atas hasil “perkawinan silang” yang sering kita pakai dalam canda. Gen asalnya, “kere” dan “aktif”. Kere dalam bahasa Jawa artinya “miskin”. Aktif menunjuk suatu kondisi “berusaha”. Kondisi miskin setara dengan kondisi terbatas. Terbatas itu laksana terperangkap di sebuah kotak, di sebuah keadaan. Ia dibatasi sekat-sekat tertentu. Pola pikir kere-aktif setara dengan berpikir “out of the box”. Ia aktif keluar dari ke-kere-an. Artinya aktif keluar dari kondisi-kondisi yang membatasi. Sering orang bilang berawal dari ke-kere-an atau kondisi terbatas, kita menjadi kreatif. Tak ada rotan, akar pun jadi, kata pepatah. Karena keterbatasan, kita dituntut mendayagunakan apa-apa yang ada. Tentu saja, proses ini menyiratkan agar kita lebih fokus pada potensi daripada masalah. Potensi merupakan segala ihwal yang kita punya. Sedang masalah adalah jarak antara harapan dengan kenyataan. Orang kreatif fokus pada bagaimana mendayagunakan segala ihwal untuk mewujud...