Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 30, 2011

Pernikahan Multikultural dan Gagap Budaya

Oleh: Firdaus Putra “Langit dan bumi bertemu pada tapal batas horizon di laut nun jauh” Saya akan menyebutnya pernikahan multikultural. Misalnya, seorang Indonesia bersuku bangsa Jawa menikah dengan orang Hongkong bersuku bangsa China. Yang satu beragama Islam dan yang lain beragama Kristen. Yang satu berasal dari keluarga menengah-bawah dan yang kedua berasal dari kelas atas. Yang Indonesia hidup di kota kecil dan yang Hongkong hidup di pusat metropolitan Asia, Singapura. Ya, demikianlah saya akan menyebutnya untuk mendeskripsikan tentang pernikahan yang latar belakang pasangannya multi background. Perbedaan itu begitu beragam. Membentang hingga menjadi “different list” yang bisa disusun dari angka satu dan seterusnya. Dan pada ketertarikan emosionallah mereka bertemu dan memadu kasih. Inilah dunia kehidupan yang sangat alamiah. Dimana perasaan cinta yang merupakan manifestasi dari rasa kemanusiaan melampaui tapal batas apapun. Pertanyaannya, bagaimana semua perbedaan itu da...

Pentingnya Menggembleng Mahasiswa-Penulis Unsoed

Oleh: Firdaus Putra, S.Sos. “Achievement is lingua franca to socialize in this era” (Grendeng, 31 Januari 2011) “Scripta manent, verba volent” , begitu kata pepatah Latin. Apa yang tertulis akan abadi dan apa yang terucap akan musnah. Di sinilah peran seorang penulis, mengabadikan dinamika masyarakat dalam beragam mozaik. Proses kreatif itu paduan dari kepiawaian meramu kata dan kedalaman mencerap fakta-data. Dan tidak boleh dilupakan, kemampuan menganalisis persoalan. Dengan pra-syarat seperti itu, banyak penulis lahir dari ruang pembiakan peradaban; universitas. Dan mahasiswa-penulis adalah salah satu bukti dari dinamika ruang peradaban itu. Meski dinamika mahasiswa-penulis di Unsoed-Purwokerto tak sepanas Yogyakarta, namun keberadaan mereka perlu diperhatikan. Misalnya, pada tahun 2009 ada 200 lebih mahasiswa Yogyakarta yang mengikuti Kompetisi Esai tingkat Nasional (Tempo Institute – Jakarta), sedangkan hanya 14 peserta dari Purwokerto. 10 orang di antaranya adalah mahasis...