Istilah itu nampaknya tak sahih amat untuk menggambarkan keadaan. Deparpolisasi boleh lah kita sebut sebagai upaya mengkerdilkan Parpol. Namun, bukankah adanya calon independen itu konstitusional berkat ketok palu MK? Di sisi lain UU juga tak melucuti sedikit pun fungsi partai. Alih-alih munculnya Ahok yang dikata melakukan deparpolisasi, lebih baik bila dilihat sebagai benchmark atawa pentolok ukuran. Tentu kita tahu persis, Ahok nyalon independen k arena masyarakat (yang namanya Teman Ahok itu), muak dengan partai. Tengok lah teve, saban saat isinya berita penangkapan anggota legislatif anu jebolan dari partai itu. Sebagian orang bilang calon independen bikin nambah liberal politik Indonesia? Mungkin iya pada saat ini. Dan itu memang tak betul-betul amat bila dilakukan terus-menerus. Sehingga adanya calon independen (dan kita doakan agar menang) adalah shock therapy bagi partai-partai itu. Sebagai shock therapy maka sangat temporer sifatnya. Bila kelamaan shock-nya, bisa ...