Langsung ke konten utama

Cola & Mentos


Percaya setelah Mencoba
Oleh: Firdaus Putra A.

Beberapa hari yang lalu saya menerima informasi dari millist yang menceritakan tentang bahaya Coca Cola dan Mentos. Saya kutipkan kalimat peringatan itu, “A little boy died in Brazil after eating Mentos and drinking Coca-Cola or Pepsi together. One year before the same accident happened with another boy in Brazil . Please check the experiment that has been done by mixing Coca-Cola (or Coca-Cola Light) with Mentos . So be careful with your self eating Mentos (Polo's) and drinking Coca-Cola or Pepsi together. Check this out...”

Kalimat itu mengisahkan tentang tewasnya seorang anak di Brazil yang memakan permen Mentos sekaligus dengan minuman Coca Cola. Tidak ada cerita lengkapnya, selain beberapa foto percobaan ditampilkan. Dalam percobaan itu, ketika permen Mentos dimasukan ke dalam botol Coca Cola ukuran 1 liter, terlihat air Cola muncrat ke atas. Tingginya sampai 50 – 100 cm.

Saat menerima peringatan berikut foto ilustrasinya, saya belum yakin sama sekali. Saya kira hanya sekedar black campaign. Karena rasa penasaran, akhirnya saya coba juga dengan cara yang sama. Bedanya, saya tidak menggunakan Coca Cola ukuran 1 liter. Hanya Coca Cola kemasan kaleng ukuran 250 ml. Kemudian saya masukan satu butir permen Mentos. Dan benar, hanya dalam hitungan detik, air Cola muncrat ke atas.

Saya mulai percaya bahwa meminum Cola dan sekaligus memakan permen Mentos memang berbahaya. Hanya saja, secara ilmiah, saya sampai sekarang belum mengetahui mengapa hal itu terjadi. Reaksi kimia apa yang terjadi, dan korelasinya dengan lambung atau asam lambung manusia. Saya hanya sampai pada imajinasi, bagaimana kalau air Cola yang muncrat itu terjadi di dalam lambung. Mungkin efeknya seperti ledakan atau letupan, yang tentu saja menyakitkan.

Jika fakta ini memang benar, saya rasa pihak-pihak tertentu (pemerintah, LSM kesehatan, dll) perlu mengeluarkan himbauan kepada masyarakat tentang bahaya tersebut. Informasi seperti ini perlu kita sebar-luaskan. Saya kira baik Coca Cola pun Mentos tidak ada yang tercederai track record-nya. Karena, sekali lagi, bahaya baru muncul kalau Coca Cola dan Mentos bertemu di lambung manusia.

Sekedar saran, jika Anda kurang percaya, silahkan buktikan. Tentunya tidak perlu membuktikan dengan jalan meminum Cola dan memakan permen Mentos secara bersamaan. Anda cukup membeli Coca Cola satu botol dan memasukan Mentos ke dalamnya. Sebelum mempraktikan, perlu juga kita persiapkan kain pel atau sejenisnya.

Lebih penting lagi, setelah Anda melakukan percobaan itu, sampaikanlah ke yang lain. Dan bila Anda mampu, telitilah dalam ruang laboratorium tentang reaksi kimia apa yang sebenarnya terjadi.

Selamat mencoba! Jangan lupa, setelah itu buang air Cola-nya. Jangan diminum![]

Komentar

nCEnT mengatakan…
Weh..cara baru buat bunuh diri nih..Asik..
penakayu mengatakan…
lebih keren lagi minum coca cola sama botolnya sekalian..

kalo ini ciri khas pegawai unsoed. semua di embat ha ha

Postingan populer dari blog ini

Evolusi Ide itu Bermula dari Vacuum Cleaner

Dikisahkan secara subyektif oleh: Firdaus Putra, HC.  Beli Vacuum cleaner Pagi ini saya dapat pesan WA dari Pak Hadi, tukang gorengan yang mangkal di pinggir kampus FISIP, Unsoed. Ia mengirim, “Halo, Mas. Mohon maaf mengganggu waktunya, saya mau balikin vacuum cleaner punya PEDI, harus ketemu siapa?”. Lalu vacuum cleaner itu tiba di Kopkun. Dan pertama kalinya saya lihat dan menyobanya sejak pertama kali dibeli. Jadilah saya ingat memori yang menempel pada  vacuum cleaner itu. Tak ada yang spesial dari bentuk vacuum cleaner di atas. Dibeli sekitar tahun 2017 sebagai inventaris Kopkun Institute. Sebabnya, saat itu Kopkun Institute punya ruang pelatihan beralaskan karpet. Jadilah butuh vacuum cleaner agar bersih dari debu. Lalu Kopkun beli gedung di depan Unsoed, yang sekarang menjadi Kantor Pusat. Aktivitas direlokasi semua ke Kantor Pusat dari sebelumnya di Kopkun 3, Teluk, Purwokerto Selatan. Ruang pelatihan itu jadi tak terpakai, begitu juga si vacuum cleaner . Lahir Ped...

Omnibus Law Koperasi, Pendirian Cukup Tiga Orang

Oleh: Firdaus Putra, HC. Pemerintah sedang menyiapkan undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Tujuannya ciptakan lapangan kerja baru dengan membangun regulasi yang memudahkan masyarakat berbisnis. Pasal pada undang-undang yang dinilai menghambat akan dihapus. Diprediksi omnibus law akan menyelaraskan 82 undang-undang lainnya. Ini terobosan yang luar biasa. Saat ini bila masyarakat ingin mendirikan koperasi, maka harus mengumpulkan sedikitnya 20 orang. Itu mengacu UU 25/ 1992 tentang Perkoperasian. Artinya 20 orang itu harus sepemikiran untuk membangun perusahaan bersama. Tentu tidak mudah, bukan? Bandingkan dengan Perseroan Terbatas (PT) yang cukup dua orang. Menurut saya pasal tentang 20 orang ini perlu dimasukkan dalam omnibus law mendatang.   Mengapa 20 Orang Penjelasan pasal 6 UU 25/ 1992 menyebutkan alasannya karena masalah kelayakan usaha. Mari kita rekonstruksi kondisi pada saat undang-undang itu lahir. Tahun 1990an kondisi ekonomi Indonesia sangat ...

Dunia Banyak Belajar dari "Chicken Soup":

dari DiaryBlog ke JournalBlog Oleh: Firdaus Putra A. Anda pasti pernah membaca buku Chicken Soup Series pada sekuel hidup tertentu, bukan? Saya membaca buku seperti itu saat duduk di bangku SMA. Cerita-cerita di dalamnya sungguh inspiratif dan membangkitkan semangat. Seringkali, cerita di dalamnya adalah true story , meski tidak harus succes story . Di Indonesia, tetralogi Laskar Pelangi yang dihelat Andrea Hirata bisa digolongkan dalam konteks serupa. Laskar Pelangi dengan kisah pilu dan heroiknya, merupakan teladan nan inspiratif bagaimana si Hirata kecil berusaha menggapai mimpinya ke Paris. Oleh komunitas penulis, buku itu dikategorikan sebagai literary non-fiction . Yakni sebuah karya sastra yang berbasis kisah nyata (non-fiksi). Di luar negeri, banyak buku kisah yang kaya inspirasi serupa Chicken Soup . Salah satu penulis yang termasyhur adalah Paulo Coelho dengan The Alchemist nya. Buku itu berkisah bagaimana seseorang (Santiago) yang ingin mencari dan membangun Per...