Langsung ke konten utama

Surprise


Oleh: Firdaus Putra A.

Sudah berapa minggu saya tidak menulis untuk blog. Akhir-akhir ini agenda padat. Selain juga keteteran menyiapkan proposal penelitian untuk skripsi. Otomatis, saya juga jarang ke warnet untuk up load tulisan atau sekedar cek e-mail. Dan malam itu, malam tahun baru, sepulang dari kafe Loja saya bersama Wahyu ke Leon Net.

Saya cek e-mail dan tentu saja, cek blog siapa tahu ada komentar baru pada beberapa tulisan. Saat halaman blog tampil, kali pertama yang saya cek adalah “Buku Tamu”. Wah ternyata banyak sekali komentar yang masuk. Dan saya mulai penasaran, karena beberapa komentar isinya ucapan selamat. “Selamat ya … memang Kapan Lagi”.

Saya mulai ingat, jangan-jangan memang benar saya memenangkan kontes pemasangan banner iklan www.kapanlagi.com. Cepat-cepat saya klik in-box email. Dan benar, ada surat masuk dari pihak KapanLagi.Com. Saya baca dan begitu senangnya, di sana nama saya tercatat sebagai salah satu pemenang dari 10 pemenang lainnya [klik di sini]. Nama saya tercantum di urutan ke delapan.

Saya baca baik-baik dan penuh konsentrasi, takut salah baca karena nerveous. Tertulis, saya berhak memperoleh hadiah uang sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah). Alhamdulillah. Puji Tuhan. Bukan hanya saya, Wahyu, berteriak histeris ke girangan. Ia terlihat senang sekali.

Di bilik warnet itu juga saya telepon kakak saya, Azza. Saya ceritakan tentang kemenangan itu. Ya, Azza pilihan terbaik untuk share daripada orang tua. Mengapa? Karena Azza bisa memahami apa itu kontes blog, internet, dan sebagainya. Seandainya saya telpon ibu atau bapak, saya membutuhkan waktu untuk menerangkan ihwal blog, dunia internet, dan sebagainya. Dengan menelpon Azza saya berharap ia bisa menjelaskan esok harinya pada ibu dan bapak.

Malam harinya saya tidak bisa tidur sampai jam setengah enam. Pikiran saya hanya berisi keberuntungan yang datang tak terduga. Saya juga membayangkan untuk apa uang itu? Di tabung? Membeli laptop? Atau lainnya?

Karena tidak tahan, saya mengirim SMS ke ibu dan bapak. “Pengumuman. Alhamdulillah aku menang kontes blog di internet. Hadiahnya 5 juta. Rencana uangnya mau aku tabung buat masa depan. He he he. Dan kemarin lembagaku dapat penghargaan dan royalti 2,5 juta untuk pengembangan organisasi. Jadi, puji Tuhan, aku lagi benar-benar beruntung”. Demikian SMS itu aku kirim ke dua nomor berbeda.

Belum juga bisa tidur saya kirim SMS lain yang intinya perubahan rencana. Setelah saya pikir, lebih baik uang tersebut saya peruntukan untuk membeli laptop. Mengingat, pengalaman yang lalu-lalu saya tidak tahan untuk mempunyai uang tunai. Selain itu, kalau di tabung, uang saya hanya berhenti dan tidak berputar. Berbeda kalau saya belikan laptop. Teknologi ini bisa menjadi alat produksi dan tentu saja, akan sangat membantu aktivitas ke depan.

Pagi harinya, sejam setelah saya bisa memejamkan mata, SMS masuk. Ibu saya menanyakan hadiah apa itu. Dan bahagianya, beliau meng-Acc permohonan tambahan dana untuk membeli laptop. Wah, pokoknya benar-benar komplet. Setelah beberapa menit terjaga dari tidur, saya kirim SMS ke pihak Kapan Lagi. Kemudian saya lanjutkan tidur.

Siang harinya, di perjalanan menuju RSUD Banyumas, pihak Kapan Lagi menghubungi. Ia memberi tahu syarat-syarat untuk mengambil hadiah itu. Maksimal tanggal 13 seluruh persyaratan harus terpenuhi. Jika tidak maka hangus, itu suara perempuan di kantor Kapan Lagi. Tak lupa saya tanyakan apakah hadiah tersebut dipotong pajak 10%? Dengan ramah ia menjawab, bahwa pihak Kapan Lagi sudah menanggung seluruhnya. Jadi pemenang akan tetap memperoleh Rp. 5.000.000 utuh tanpa potongan apapun.

Sudah tak terhitung berapa kali saya memperoleh hadiah dalam bentuk material atau immaterial melalui aktivitas blogging. Awal bulan Desember, karena beberapa tulisan saya tentang kritik ESQ, saya memperoleh akses gratis untuk mengikuti training itu. Kalau dinominalkan, training itu berharga Rp. 1.000.000.

Ya dengan ini saya sudah membuktikan sendiri bahwa aktivitas blogging sangat bermanfaat. Meskipun, tindakan serta berbagai tulisan yang ada di blog, sama sekali tidak pernah saya tujukan dalam rangka mengais rizki di dunia maya. Namun apa kata dunia, memang salah satu misteri Tuhan adalah rizki yang bisa dibukakan dari arah yang tak disangka-sangka.

Beberapa teman setelah mendengar cerita itu menjadi bersemangat untuk nge-blog. Namun saya ingatkan, jangan kalian niatkan aktivitas blogging hanya sebagai cara mengais rizki di dunia maya. Soalnya, bisa-bisa kita akan dibuat frustrasi sendiri dan akhirnya menjauhi blogging saat tidak memperolehnya. Faktanya, seorang teman di Pekalongan mulai malas nge-blog karena program Adsense yang ia ikuti tak pernah berbuah dolar.

Saran saya, santai saja dan jalankan aktivitas blogging sebagai hobi bahkan kebutuhan. Sembari itu cobalah beberapa lomba dan siapa tahu kita beruntung. []

Komentar

laurencia mengatakan…
setuju Daus, aku juga dapat banyak berkat dari ngeblog, walo beda bentuk .. dari ngeblog, aku dapet banyak temen, sahabat, sodara2 angkat, aku bersyukur banget karenanya.
salam damai
Anonim mengatakan…
Selamat ya mas...
Terus terang aku tau blog anda karena dari situs kapanlagi.com dan memang aku setuju, bahwa kita harus mengganggap ngblog itu menyenangkan kalo nggak..maka kita akan berhenti di tengah jalan...
Sekali laghi selamat ya...
qiendesign mengatakan…
selamat ya pak! lumayan neh.... awal tahun dapet rejeki... gimana bulan berikutnya, hehhe

selamet ye

yaqien -- www.yaqien.blogspot.com
Anonim mengatakan…
slamat yah udah mnjadi pmenang :)
Anonim mengatakan…
firdaus saya ngeblog nih
Anonim mengatakan…
Selamat ya Mas Firdaus! Sebuah kemenangan yang menggembirakan dan memberi semangat. Setiap orang memang kayaknya musti mempersiapkan momment seperti itu, meskipun datangnya bisa tak terduga.

Salam sukses! GBU!
Anonim mengatakan…
selamat mas, ngeblog memang woke...
masakan kita mengatakan…
wah,,,traktiran nih

Postingan populer dari blog ini

Evolusi Ide itu Bermula dari Vacuum Cleaner

Dikisahkan secara subyektif oleh: Firdaus Putra, HC.  Beli Vacuum cleaner Pagi ini saya dapat pesan WA dari Pak Hadi, tukang gorengan yang mangkal di pinggir kampus FISIP, Unsoed. Ia mengirim, “Halo, Mas. Mohon maaf mengganggu waktunya, saya mau balikin vacuum cleaner punya PEDI, harus ketemu siapa?”. Lalu vacuum cleaner itu tiba di Kopkun. Dan pertama kalinya saya lihat dan menyobanya sejak pertama kali dibeli. Jadilah saya ingat memori yang menempel pada  vacuum cleaner itu. Tak ada yang spesial dari bentuk vacuum cleaner di atas. Dibeli sekitar tahun 2017 sebagai inventaris Kopkun Institute. Sebabnya, saat itu Kopkun Institute punya ruang pelatihan beralaskan karpet. Jadilah butuh vacuum cleaner agar bersih dari debu. Lalu Kopkun beli gedung di depan Unsoed, yang sekarang menjadi Kantor Pusat. Aktivitas direlokasi semua ke Kantor Pusat dari sebelumnya di Kopkun 3, Teluk, Purwokerto Selatan. Ruang pelatihan itu jadi tak terpakai, begitu juga si vacuum cleaner . Lahir Ped...

Omnibus Law Koperasi, Pendirian Cukup Tiga Orang

Oleh: Firdaus Putra, HC. Pemerintah sedang menyiapkan undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Tujuannya ciptakan lapangan kerja baru dengan membangun regulasi yang memudahkan masyarakat berbisnis. Pasal pada undang-undang yang dinilai menghambat akan dihapus. Diprediksi omnibus law akan menyelaraskan 82 undang-undang lainnya. Ini terobosan yang luar biasa. Saat ini bila masyarakat ingin mendirikan koperasi, maka harus mengumpulkan sedikitnya 20 orang. Itu mengacu UU 25/ 1992 tentang Perkoperasian. Artinya 20 orang itu harus sepemikiran untuk membangun perusahaan bersama. Tentu tidak mudah, bukan? Bandingkan dengan Perseroan Terbatas (PT) yang cukup dua orang. Menurut saya pasal tentang 20 orang ini perlu dimasukkan dalam omnibus law mendatang.   Mengapa 20 Orang Penjelasan pasal 6 UU 25/ 1992 menyebutkan alasannya karena masalah kelayakan usaha. Mari kita rekonstruksi kondisi pada saat undang-undang itu lahir. Tahun 1990an kondisi ekonomi Indonesia sangat ...

Dunia Banyak Belajar dari "Chicken Soup":

dari DiaryBlog ke JournalBlog Oleh: Firdaus Putra A. Anda pasti pernah membaca buku Chicken Soup Series pada sekuel hidup tertentu, bukan? Saya membaca buku seperti itu saat duduk di bangku SMA. Cerita-cerita di dalamnya sungguh inspiratif dan membangkitkan semangat. Seringkali, cerita di dalamnya adalah true story , meski tidak harus succes story . Di Indonesia, tetralogi Laskar Pelangi yang dihelat Andrea Hirata bisa digolongkan dalam konteks serupa. Laskar Pelangi dengan kisah pilu dan heroiknya, merupakan teladan nan inspiratif bagaimana si Hirata kecil berusaha menggapai mimpinya ke Paris. Oleh komunitas penulis, buku itu dikategorikan sebagai literary non-fiction . Yakni sebuah karya sastra yang berbasis kisah nyata (non-fiksi). Di luar negeri, banyak buku kisah yang kaya inspirasi serupa Chicken Soup . Salah satu penulis yang termasyhur adalah Paulo Coelho dengan The Alchemist nya. Buku itu berkisah bagaimana seseorang (Santiago) yang ingin mencari dan membangun Per...