Langsung ke konten utama

Postingan

Vector Art

Oleh: Firdaus Putra A. Saya senang menikmati karya-karya vector art. Permainan garisnya sungguh luar biasa. Selain itu, warna-warna yang digunakan cenderung hidup dan dinamis. Saya menemukan kesan ia begitu lincah dan lentur. Selain itu, beberapa tema vector art berangkat dari ikon-ikon alamiah. Bunga, daun, wajah, kota, dan pernak-pernik yang sering kita jumpai sehari-hari. Di beberapa kampus, saya juga sering melihat gaya vector dipinjam mahasiswa untuk mengkreasi berbagai papan pengumuman, pamflet, spanduk dan semacamnya. Mungkin kedinamisan dari permainan garis, warna, bidang, dan sebagainya mempunyai daya tarik tersendiri bagi mata publik. Bisa jadi vector art merupakan perpaduan antara yang alamiah (bidang dan ikon) dengan kecenderungan modern-futuristik-abstrak. Kalau demikian, menurut saya vector art masuk dalam genre posmodern art. Perpaduan antara yang lama (alami-tradisional) dengan yang baru (modern). Ada pengemasan yang berbeda pada ikon daun, bunga, pohon, dan s...

Su’ Community

Oleh: Firdaus Putra A. Su’ sebenarnya tuturan ini sangat tak sopan nilainya. Su’ diambil dari kata “Asu” untuk menyebut anjing dalam bahasa Jawa. Namun, konteks pertemanan, penggunaan Su’ justru menandakan bahwa mereka sudah sangat akrab. Jika tidak, maka penggunaan Su’ merupakan ekspresi kemarahan dalam rangka makian. Malam ini (18 Januari 2009) Andri teman dari Dumai, Riau, bertanya tentang berbagai istilah Jawa. Oleh beberapa teman asli Banyumas, ia diberi satu katalog kata, Su’. Si teman mengatakan bahwa Su’ mempunyai kesamaan makna dengan Bro dalam bahasa gaul. Jadi, ketika menyapa, “Su’ mau kemana?” sama artinya dengan “Bro mau kemana”, teman itu mencontohkan. Di antara kami, mungkin hanya Andri dan Rangga lah yang dari luar Jawa. Dengan senangnya ia menerima katalog kata baru itu. Ya, seperti seorang anak kecil yang nampak pertama kali belajar berbicara. Dan dengan riangnya, kami semua tertawa. Ya, menertawakan Andri yang “tertipu” ulah kami semua. Kami, tepatnya enam s...

Sengkarut Israel – Palestina

Tali Kelindan Berbagai Faktor Oleh: Firdaus Putra A. Keuntungan dalam Konflik Membela Israel tentu saja sangat tidak masuk akal untuk kita lakukan. Mengapa? Pasalnya Israel tidak hanya menyerang pihak militer Palestina, tapi juga penduduk sipil, mulai dari anak sampai manula. Tentu saja tindakan ini tak bisa dibenarkan dalam etika perang. Selain itu, Israel juga menggunakan senjata illegal, artinya tanpa diberitahukan jenisnya kepada publik, seperti Dense Inert Metal Explosive (DIME). Dr Mads Gilbert, anggota tim relawan medis Norwegia yang bekerja di Gaza, mengungkapkan kemungkinan itu dengan melihat korban-korban ledakan dari pihak Palestina (Republika, 14 Januari 2009). Lantas mengapa Amerika Serikat begitu getol membela Israel? Bahkan menurut Marjorie Cohn, Direktur Pusat Studi Timur Tengah Universitas San Francisco, Amerika melanggar hukumnya sendiri. AS memberi bantuan US$3 miliar per tahun kepada Israel. Dana pajak rakyat AS inilah yang digunakan Israel untuk membeli jet ...

S y u k u r a n

Oleh: Firdaus Putra A. Syukuran merupakan kata benda (noun) dari kata kerja “syukur” dengan akhiran “an”. Secara eksplisit makna syukuran bisa dipahami dengan mudah, bersyukur. Tindakan yang paling mudah dengan berucap syukur, alhamdulillah atau puji Tuhan. Tentunya ekspresi ini merupakan eskpresi orang yang percaya akan kehadiran Tuhan. Sebagai kata benda, syukuran merujuk pada sebuah peristiwa atau keadaan dimana rasa syukur dipanjatkan bersama-sama. Seperti di desa, dan kebetulan saya dan Wahyu adalah orang desa, syukuran senantiasa berdimensi sosial. Akhiran “an” nampaknya telah mentransformasi keberterimaan anugerah individu, menjadi keberterimaan secara sosial – kolektif. Nah, dalam hal demikian kami berdua menggelar syukuran. Bagi saya, syukuran kali ini merupakan proses “money laundry” Rp. 5.000.000 dari situs informasi/ berita Kapan Lagi (www.kapanlagi.com). Aktivitas blogging yang sejak akhir tahun 2007 saya tekuni, secara langsung, ternyata berbuah rupiah. Meski tak p...

eMachines D720

Oleh: Firdaus Putra A. Hadiah lima juta dari Kapan Lagi akhirnya berubah bentuk menjadi eMachines D720. laptop ini produksi Acer. Karena merek ini masih asing, saya browsing via google, saya temukan ulasan panjang laptop jenis ini. Sebagai berikut, “E-machines merupakan sebuah perusahaan komputer yang baerbasis di California, USA. Pada tahun 2004 perusahaan ini diakuisisi oleh Gateway dengan kucuran dana tidak kurang dari $262 Milyar. Lucunya, pada tahun 2007 Gateway akhirnya dibeli oleh Acer. Kondisi ini membuat Gateway dan emachines berada dibawah manajemen Acer. E-machines sendiri menjadi sebuah divisi low cost PC" [ lihat di sini ]. Di beberapa blogger banyak juga yang sudah membeli produk ini. Mengapa? Harga yang ditawarkan sangat kompetitif, berkisar 5,5 juta rupiah. Dan menariknya, spesifikasi yang ditawarkan tidak tanggung-tanggung; Processor : Mobile DualCore Intel Pentium T3400 2,16 Ghz | Chipset : Mobile Intel Cantiga GL40 Express | VGA : Intel GMA 4500M - 64 MB De...

PBB yang Mandul

Oleh: Firdaus Putra A. Tercatat lebih dari 430 nyawa manusia melayang pada sepekan agresi militer Israel ke Palestina (Kompas, 5 Januari 2009). Ironisnya, tragika kemanusiaan itu berlangsung di abad ini. Abad dimana suara kemanusiaan serta nilai-nilai virtus lainnya begitu rupa dijunjung tinggi. Abad dimana organisasi supranasional, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), mewujud dalam hubungan antarbangsa. Dan celakanya, organisasi seotoritatif PBB justru mandul dalam menyelesaikan sengketa panjang itu. PBB merupakan organisasi yang beranggotakan negara-negara di dunia. Ia dibentuk sebagai konsekuensi kehidupan modern, dimana hubungan antarbangsang atau antarnegara tak terelakan lagi. Dalam konteks konflik antarbangsa/ negara, PBB bisa memainkan fungsi arbitrase atau wasit. Lebih jauh, ia juga bisa memediasi kedua belah pihak atau lebih yang berseteru. Lantas, mengapa fungsi-fungsi seperti itu selama ini tidak berjalan efektif? Pada konflik Israel – Palestina, Dewan Keamanan PBB sudah m...