Langsung ke konten utama

Postingan

Savoir et Pouvoir

Oleh: Firdaus Putra Adalah Michel Foucault, pemikir yang singkap hubungan antara savoir (pengetahuan) dengan pouvoir (kekuasaan). Menurut pemikir Perancis itu, keduanya saling timbal balik. Pengetahuan akan lahirkan kekuasaan. Sebaliknya,   kekuasaan beroperasi melalui rezim pengetahuan.     Contoh klasik teori itu misalnya bagaimana seorang dokter punya kuasa penuh atas pasiennya. Apa sebab? Karena si dokter punya pengetahuan kesehatan, yang buat dia   punya otoritas. “Kurangi rokok, kurangi begadang”, itu contoh perintah-nya.           Contoh sebaliknya, sering kita jumpai bagaimana pemerintah dekati perguruan tinggi saat keluarkan kebijakan. Misal-nya, dengan gunakan data penelitian perguruan tinggi tertentu untuk absahkan kebijakan pengurangan subsidi BBM, be-berapa tahun yang lalu.      Inilah yang bisa terangkan mengapa pula lembaga-lembaga survai menjamur. Lembaga satu den...

Aaron si Martir

Saya merinding memandang wajahnya. Pemuda 26 tahun itu adalah orang yang mau mati untuk keyakinannya. Aaron Swartz ditemukan meninggal di apartemennya pada 11 Januari lalu di Brooklyn, New York. Ia gantung diri mungkin ketakutan karena ancaman hukuman yang menderanya. Awalnya ia ketangkap karena mengunduh 4 juta artikel ilmiah dari JSTOR, tanpa permisi. Ia ingin membagi artikel itu bagi siapapun yang tak punya akses pada pengetahuan.   Kejaksaan Boston memvonisnya dengan hukuman maksimal 50 tahun penjara dan denda 4 juta US$. Tentu tak main-main, bukan? Hukuman itu sebanding dengan vonis yang diterima mantan presiden Liberia atas keterli-batannya dalam perang sipil Sierra Leone. Dalam Catatan Pinggirnya, Goenawan Mohammad (GM) menyebut sosok Aaron bak Prometheus yang mencuri api dari para dewa untuk diberikan kepada manusia. Atas tindakannnya itu, Prometheus dihukum: jantungnya dipatuk burung sampai habis, diciptakan kembali, dipatuk lagi dan lagi.  ...

Codex Alimentarius

Soal konsumen pepatah lama bilang, “Pembeli adalah raja”. Bisa jadi benar, boleh juga salah. Akan jadi benar bila kita sedang menawar barang/ jasa. Semua yang diminta akan mereka beri. Bak raja, bukan? Namun sebenarnya tak semuanya “diberi”. Kita kenal ada istilah “rahasia dapur”. Jadilah pembeli tak lagi seperti raja. Kadang ada saja yang disembunyikan dari “si raja”. Entah kualitas, bahan pembuatan, dampak jangka panjang dan sebagainya.                                     Ada novel sains fiksi berjudul “Codex, Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita” karangan Rizki Ridyasmara. Ceritanya tentang zat kimia yang sering dipakai dalam makanan olahan, misalnya mono sodium glutamate (MSG), aspartame dan lainnya. Dampak jangka panjang zat kimia itu bisa mematikan!         ...

The Day of Music

Oleh: Firdaus Putra Saya akan ajak Anda ke era 70an dimana Yesterday, Let it be jadi lagu favorit masa itu. Era itu kita kenal sebagai New Age. Era dimana individualisme akut dan masyarakat mengalami kegersangan secara sosial pun spiritual. Dan The Beatles, pelantun Yesterday itu, adalah anak zaman New Age.                                                          Lagu-lagunya bernuansa kebajikan, spiritualisme dan reflektif. Memang betul, mereka ingin mengembalikan kegairahan hidup pada kedalaman makna. Bukan sekedar lagu pop picisan.                                                                    Di Indonesia boleh jadi visi The Beat...

Tentang Pengabdian

Oleh: Firdaus Putra Saya lebih suka menyebutnya dengan “pengabdian” daripada “pemberdayaan”. Yang pertama mengisyaratkan bahwa pengabdi itu “lebih rendah” daripada yang diabdi. Yang diabdi tentu saja yang saya maksud adalah masyarakat. Oleh karenanya jadi benar, bahwa posisi masyarakat “lebih tinggi” daripada individu.                      Sedangkan “pemberdayaan” mengesankan bahwa masyarakat itu “tak berdaya”. Dan posisi pemberdaya tentu saja jadinya lebih tinggi. Kalau kita translasi ke bahasa Inggris, jadilah pemberdayaan itu dari “yang powerfull kepada yang powerless”.                                                     ...

Amor fati

Oleh: Firdaus Putra Berkata “ya” pada kehidupan, itulah terjemah bebas dari amor fati. Sebuah sikap penerimaan atas segala ihwal yang kita alami. Artinya menerima keadaan baik   suka-cita pun juga duka-cita.                                                 Amor fati mengajarkan hidup untuk senantiasa mencintai kehidupan berikut pernak-perniknya. Bukan sikap kekanak-kanakan yang “ya” pada suka-cita dan “tidak” pada duka-cita. Melainkan, keduanya.                       Namun, amor fati tak sama dengan menerima nasib begitu saja. Justru sebaliknya, di dalamnya terkandung makna proses “menjadi” yang terus-menerus (on being process). Karenanya, amor fati adalah sikap ketegaran di satu sisi dan optimisme di sisi lain.              ...

Guerin and Miss Lee

Oleh: Firdaus Putra Akar sejarah Hari Ibu di Indonesia lebih menarik dibanding di Eropa, misalnya. Di sebagian Eropa, Mother’s Day merupakan pengaruh dari tradisi Yunani pada pemujaan Dewi Rhea, ibu segala dewa.                            Sedang di Indonesia, sejarah hari ibu terkait erat dengan perjuangan perempuan dalam kemerdekaan republik ini. Sampai akhirnya pada 1959, Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden No. 316, bahwa 22 Desember sebagai Hari Ibu.                                                                   ...