Langsung ke konten utama

Blogger Banyumas


Oleh: Firdaus Putra A.

Tanggal 18 Mei yang lalu saya mengisi acara di Pelatihan Blog yang diadakan oleh Jojoba Kelana. Acara dimulai kurang-lebih pukul 09.00 WIB. Fenomenalnya, acara baru usai pukul 15.00 WIB. Jadi selama enam jam peserta mengikuti pemaparan materi dari beberapa pembicara. Tidak terlihat peserta yang bolos atau meninggalkan acara di tengah-tengah kegiatan. Bisa disimpulkan, anemo peserta cukup tinggi.

Satu bulan yang lalu saya dihubungi oleh Jojoba Kelana. Pembicaraan tersebut seputar kesediaan saya menjadi salah satu pembicara di kegiatan tersebut. Awalnya saya ragu, karena sebagai blogger, saya baru lima-enam bulan merambahi dunia blog.

Saya terima tawaran itu. Dengan harapan, semoga saya bisa memprovokasi kawan-kawan muda untuk membuat dan mengaktifkan dunai per-blog-an di Banyumas. Meskipun baru beberapa bulan terakhir saya intens nge-blog, saya mulai merasakan manfaatnya. Sekurang-kurangnya, bakat dan minat tulis-menulis menjadi terasah dan tertantang.

Dulu, saya baru menulis esai atau artikel ilmiah ketika lembaga tertentu meminta kontribusi tulisan. Atau ketika saya memasang Surat Terbuka di kampus melalui pamflet/poster yang saya tempel di mading-mading kampus. Saat itu, frekuensi dan tema yang saya tulis sangat terbatas. Hanya seputar gerakan mahasiswa, dinamika kampus, dan sebagainya.

Tapi sekarang, dengan adanya blog, frekuensi tulisan menjadi sering. Sekurang-kurangnya 7-10 hari sekali saya menghasilkan 4-5 judul. Tema yang saya tulis juga beragam. Mulai dari aktivitas kampus, gerakan mahasiswa, gaya hidup, sosial-politik, sosial-agama, atau sekedar curahan hati.

Saya termasuk orang yang percaya, bahwa dengan menulis orang akan semakin cerdas, jeli, dan teliti dan melihat permasalahan tertentu. Berbeda dengan bahasa verbal, tulisan memungkinkan kita melakukan sistematisasi pemikiran. Salah ucap atau salah omong menjadi kecil kemungkinannya. Alhasil, bangunan berpikir kita akan semakin konsisten dan logis.

63 peserta yang hadir saat itu menyiratkan bahwa masa depan dunia blog di Banyumas semakin cerah. Dulu pernah juga ada pelatihan sejenis, tepatnya di tahun 2005 yang diinisiasi oleh PUSKOM UNSOED. Dan jika tidak salah dengar, beberapa hari ke depan ada pelatihan sejenis. Entah siapa yang menginisiasi.

Harapan ke depan, selepas pelatihan, semoga kawan-kawan blogger pemula tidak bosan dan tidak patah semangat untuk merawatnya. Karena ada satu pepatah, “Merawat lebih sulit daripada membuat”. Membuat blog, 10-30 menit saya jamin pasti selesai. Tetapi, dibutuhkan waktu lama untuk senantiasa merawat blog yang sudah kita ciptakan.

Bagi peserta Pelatihan Blog, saya ucapkan, “Selamat datang di dunia blog. Selamat datang di dunia tanpa batas”. Titik akhirnya, semoga imajinasi kalian mampu melampaui batas-batas yang ada. []

23/05/2008

Komentar

endar fitrianto mengatakan…
saya dari banyumas mas
blogger banyumas mengatakan…
Saya juga dari banyumas mas heuheuheu...
Mantap dan elegan blognya bos,,, silahkan berkunjung di blog sya atau follow di blog saya,,,http//:sahabalit.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

Evolusi Ide itu Bermula dari Vacuum Cleaner

Dikisahkan secara subyektif oleh: Firdaus Putra, HC.  Beli Vacuum cleaner Pagi ini saya dapat pesan WA dari Pak Hadi, tukang gorengan yang mangkal di pinggir kampus FISIP, Unsoed. Ia mengirim, “Halo, Mas. Mohon maaf mengganggu waktunya, saya mau balikin vacuum cleaner punya PEDI, harus ketemu siapa?”. Lalu vacuum cleaner itu tiba di Kopkun. Dan pertama kalinya saya lihat dan menyobanya sejak pertama kali dibeli. Jadilah saya ingat memori yang menempel pada  vacuum cleaner itu. Tak ada yang spesial dari bentuk vacuum cleaner di atas. Dibeli sekitar tahun 2017 sebagai inventaris Kopkun Institute. Sebabnya, saat itu Kopkun Institute punya ruang pelatihan beralaskan karpet. Jadilah butuh vacuum cleaner agar bersih dari debu. Lalu Kopkun beli gedung di depan Unsoed, yang sekarang menjadi Kantor Pusat. Aktivitas direlokasi semua ke Kantor Pusat dari sebelumnya di Kopkun 3, Teluk, Purwokerto Selatan. Ruang pelatihan itu jadi tak terpakai, begitu juga si vacuum cleaner . Lahir Ped...

Omnibus Law Koperasi, Pendirian Cukup Tiga Orang

Oleh: Firdaus Putra, HC. Pemerintah sedang menyiapkan undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Tujuannya ciptakan lapangan kerja baru dengan membangun regulasi yang memudahkan masyarakat berbisnis. Pasal pada undang-undang yang dinilai menghambat akan dihapus. Diprediksi omnibus law akan menyelaraskan 82 undang-undang lainnya. Ini terobosan yang luar biasa. Saat ini bila masyarakat ingin mendirikan koperasi, maka harus mengumpulkan sedikitnya 20 orang. Itu mengacu UU 25/ 1992 tentang Perkoperasian. Artinya 20 orang itu harus sepemikiran untuk membangun perusahaan bersama. Tentu tidak mudah, bukan? Bandingkan dengan Perseroan Terbatas (PT) yang cukup dua orang. Menurut saya pasal tentang 20 orang ini perlu dimasukkan dalam omnibus law mendatang.   Mengapa 20 Orang Penjelasan pasal 6 UU 25/ 1992 menyebutkan alasannya karena masalah kelayakan usaha. Mari kita rekonstruksi kondisi pada saat undang-undang itu lahir. Tahun 1990an kondisi ekonomi Indonesia sangat ...

Dunia Banyak Belajar dari "Chicken Soup":

dari DiaryBlog ke JournalBlog Oleh: Firdaus Putra A. Anda pasti pernah membaca buku Chicken Soup Series pada sekuel hidup tertentu, bukan? Saya membaca buku seperti itu saat duduk di bangku SMA. Cerita-cerita di dalamnya sungguh inspiratif dan membangkitkan semangat. Seringkali, cerita di dalamnya adalah true story , meski tidak harus succes story . Di Indonesia, tetralogi Laskar Pelangi yang dihelat Andrea Hirata bisa digolongkan dalam konteks serupa. Laskar Pelangi dengan kisah pilu dan heroiknya, merupakan teladan nan inspiratif bagaimana si Hirata kecil berusaha menggapai mimpinya ke Paris. Oleh komunitas penulis, buku itu dikategorikan sebagai literary non-fiction . Yakni sebuah karya sastra yang berbasis kisah nyata (non-fiksi). Di luar negeri, banyak buku kisah yang kaya inspirasi serupa Chicken Soup . Salah satu penulis yang termasyhur adalah Paulo Coelho dengan The Alchemist nya. Buku itu berkisah bagaimana seseorang (Santiago) yang ingin mencari dan membangun Per...