Langsung ke konten utama

Postingan

Meta Pemikiran Aktivis Mahasiswa: Sebuah Hipotesis Awal

Oleh: Firdaus Putra Apa yang saya maksud dengan meta pemikiran adalah struktur atau mode tertentu yang meghasilkan corak pemikiran tertentu. Dalam hal ini, meta pemikiran paralel dengan mode of thinking yang kemudian menghasilkan produk: gagasan, pemikiran, sikap, pandangan tertentu.  Kekhasan cara berpikir dan sikap yang saya maksud bisa kita lihat pada tabel di bawah ini: Daftar di atas tentu masih bisa diperpanjang dengan mengamati cara berpikir atau sikap aktivis mahasiswa dalam kehidupan mereka sehari-hari, aktivitas akademik dan aktivitas sosial-politik. Dan daftar itu hanyalah deretan gejala/ symptoms dari struktur yang berada di belakangnya. Struktur Berpikir  Paling tidak ada tiga unsur pokok yang membentuk corak pemikiran mahasiswa: pengalaman hidup yang bersangkutan, referensi ilmu pengetahuan dan ideologi atau keyakinan. Dari ketiga hal itu, pengalaman saya tempatkan di awal karena bersifat bawaan dari dialektika hidupnya. Pengalama...

Korea, Memang Indah (Bagian I)

Sebulan sebelumnya saya menggebu-gebu sekali untuk ke Korea. Sampai pada dua minggu sebelum berangkat, visa saya dan Heriyono belum terurus. Yang jadi soal adalah rekening koran penjamin. Orang agen perjalanan bilang minimal 50 juta. Karena berdua maka harus ada 100 juta untuk menggaransi saya dan Heri. Setelah rekening koran selesai, saya ke agen perjalanan. Naasnya mereka menolak karena dihitung hanya tinggal beberapa hari. Pengurusan visa via agen bisa makan waktu 8-10 hari. Padahal tanggal 3 Juli saya harus sudah berangkat. Orang agen menyarankan agar urus sendiri, mungkin bisa lebih cepat, katanya. Saya kontak Affan yang posisinya di Jakarta untuk membantu. Saya paketkan paspor dan berkas-berkas lain ke Affan. Apes lagi, berkas sampai Jakarta hari Jumat siang. Tentu layanan sudah tutup. Alhasil Heri urus langsung pada hari Senin. Semua syarat terpenuhi, katanya empat hari jadi. Alhamdulillah Jumat siang sudah ada konfirmasi bahwa visa keluar. Langsung saya urus tiket...

Savoir et Pouvoir

Oleh: Firdaus Putra Adalah Michel Foucault, pemikir yang singkap hubungan antara savoir (pengetahuan) dengan pouvoir (kekuasaan). Menurut pemikir Perancis itu, keduanya saling timbal balik. Pengetahuan akan lahirkan kekuasaan. Sebaliknya,   kekuasaan beroperasi melalui rezim pengetahuan.     Contoh klasik teori itu misalnya bagaimana seorang dokter punya kuasa penuh atas pasiennya. Apa sebab? Karena si dokter punya pengetahuan kesehatan, yang buat dia   punya otoritas. “Kurangi rokok, kurangi begadang”, itu contoh perintah-nya.           Contoh sebaliknya, sering kita jumpai bagaimana pemerintah dekati perguruan tinggi saat keluarkan kebijakan. Misal-nya, dengan gunakan data penelitian perguruan tinggi tertentu untuk absahkan kebijakan pengurangan subsidi BBM, be-berapa tahun yang lalu.      Inilah yang bisa terangkan mengapa pula lembaga-lembaga survai menjamur. Lembaga satu den...

Aaron si Martir

Saya merinding memandang wajahnya. Pemuda 26 tahun itu adalah orang yang mau mati untuk keyakinannya. Aaron Swartz ditemukan meninggal di apartemennya pada 11 Januari lalu di Brooklyn, New York. Ia gantung diri mungkin ketakutan karena ancaman hukuman yang menderanya. Awalnya ia ketangkap karena mengunduh 4 juta artikel ilmiah dari JSTOR, tanpa permisi. Ia ingin membagi artikel itu bagi siapapun yang tak punya akses pada pengetahuan.   Kejaksaan Boston memvonisnya dengan hukuman maksimal 50 tahun penjara dan denda 4 juta US$. Tentu tak main-main, bukan? Hukuman itu sebanding dengan vonis yang diterima mantan presiden Liberia atas keterli-batannya dalam perang sipil Sierra Leone. Dalam Catatan Pinggirnya, Goenawan Mohammad (GM) menyebut sosok Aaron bak Prometheus yang mencuri api dari para dewa untuk diberikan kepada manusia. Atas tindakannnya itu, Prometheus dihukum: jantungnya dipatuk burung sampai habis, diciptakan kembali, dipatuk lagi dan lagi.  ...

Codex Alimentarius

Soal konsumen pepatah lama bilang, “Pembeli adalah raja”. Bisa jadi benar, boleh juga salah. Akan jadi benar bila kita sedang menawar barang/ jasa. Semua yang diminta akan mereka beri. Bak raja, bukan? Namun sebenarnya tak semuanya “diberi”. Kita kenal ada istilah “rahasia dapur”. Jadilah pembeli tak lagi seperti raja. Kadang ada saja yang disembunyikan dari “si raja”. Entah kualitas, bahan pembuatan, dampak jangka panjang dan sebagainya.                                     Ada novel sains fiksi berjudul “Codex, Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita” karangan Rizki Ridyasmara. Ceritanya tentang zat kimia yang sering dipakai dalam makanan olahan, misalnya mono sodium glutamate (MSG), aspartame dan lainnya. Dampak jangka panjang zat kimia itu bisa mematikan!         ...

The Day of Music

Oleh: Firdaus Putra Saya akan ajak Anda ke era 70an dimana Yesterday, Let it be jadi lagu favorit masa itu. Era itu kita kenal sebagai New Age. Era dimana individualisme akut dan masyarakat mengalami kegersangan secara sosial pun spiritual. Dan The Beatles, pelantun Yesterday itu, adalah anak zaman New Age.                                                          Lagu-lagunya bernuansa kebajikan, spiritualisme dan reflektif. Memang betul, mereka ingin mengembalikan kegairahan hidup pada kedalaman makna. Bukan sekedar lagu pop picisan.                                                                    Di Indonesia boleh jadi visi The Beat...

Tentang Pengabdian

Oleh: Firdaus Putra Saya lebih suka menyebutnya dengan “pengabdian” daripada “pemberdayaan”. Yang pertama mengisyaratkan bahwa pengabdi itu “lebih rendah” daripada yang diabdi. Yang diabdi tentu saja yang saya maksud adalah masyarakat. Oleh karenanya jadi benar, bahwa posisi masyarakat “lebih tinggi” daripada individu.                      Sedangkan “pemberdayaan” mengesankan bahwa masyarakat itu “tak berdaya”. Dan posisi pemberdaya tentu saja jadinya lebih tinggi. Kalau kita translasi ke bahasa Inggris, jadilah pemberdayaan itu dari “yang powerfull kepada yang powerless”.                                                     ...